Senin, 10 November 2008

PERANG MELAWAN TERORIS

Masyarakat & Kebijakan
Perang melawan terorisme internasional
Serangan teroris terhadap Amerika pad 11 September 2001 telah menempatkan perang terorisme pada agenda internasional. Saat ini terorisme internasional merupakan salah satu tantangan penting yang dihadapi dunia internasional.
Norway percaya bahwa berbagai tindakan harus dilakukan untuk memerangi terorisme, termasuk tindakan politik, diplomatik, dan keuangan. Penggunaan kekuatan militer, seperti di Afganistan dalam memerangi Al Qaida dan Taliban, harus menjadi upaya terakhir. Perang melawan terorisme harus selalu terarah, sesuai, dan dilakukan dalam batas hukum internasional. Perang melawan terorisme tidak seharusnya digunakan sebagai alasan untuk mengabaikan hak asasi manusia.
Ancaman terorisme terus membanyangi semua masyarakat, dan semua negara berkewajiban mendukung perang melawan terorisme sejalan dengan keputusan PBB. Hal ini ditekankan pada UN World Summit Outcome Document tahun 2005, dimana negara-negara anggota mengutuk terorisme, terlepas dari bentuk dan tujuannya, dan menyatakan bahwa terorisme merupakan salah satu ancaman paling serius bagi perdamaian dan keamanan internasional saat ini. PBB harus memimpin upaya global menentang terorisme dan Norway akan mendukung secara aktif.
Konvensi anti terorisme dan strategi lengkap merupakan bagian penting dari perang PBB melawan terorisme. Lebih lanjut, penting bahwa PBB bekerja sama erat dengan organisasi regional seperti EU, NATO, dan OSCE dalam mengkoordinasikan kegiatan internasional.
Perang melawan terorisme internasional akan memandu aktifitas masa depan NATO. Pemerintah Norwegia secara aktif mendukung usaha memperkuat kapasitas NATO di bidang anti terorisme.. Di masa mendatang NATO akan berperan aktif menciptakan kestabilan di Afganistan melalui dukungan terhadap International Security Assistance Force in Afghanistan (ISAF) yang dipimpin PBB. Norwegia juga terlibat di dalam Operation Active Endeavour NATO, yang ber tujuan menciptakan keamanan lalu lintas pelayaran komersial di Mediteran.
Norwegia berperan aktif dalam perang militer melawan aksi terorisme melalui keikutsertaan dalam Operation Enduring Freedom di Afghanistan yang dipimpin Amerika Serikat, yang ditujukan memerangi Al Qaida dan Taliban. Partisipasi Norwegia dalam Operation Enduring Freedom adalah dengan memasok F-16 serta peralatan khusus lainnya. Norwegia juga memberikan dukungan langsung lainnya di Afganistan dengan tujuan memperbaiki keamanan dan kestabilan negara. Dukungan ini disalurkan melalui proyek-proyek pembangunan, partisipasi Norwegia di ISAF dan proyek di Afganistan yang dijalankan oleh negara lain.
Keterlibatan Norwegia dalam perang melawan terorisme termasuk menyelenggarakan konferensi internasional mengenai topik ini serta mendanai penelitian di Norway dan negara lain.


Oleh Departemen Luar Negeri Norwegia
Kirim artikel ini ke teman
Print version

JEJAK KASUS

JEJAK KASUS
Bali oh Bali, Bom Kembali Hentak Bali
Artikel Terkait:
· Bom Sisa PD II, Diledakkan TNI AU
· Ledakan Bom, Enam Korban Masih Dirawat
· Ledakan Bom Dipelabuhan
Berita HOT:
· NEWS
Sembilan Narapidana Kabur
· NEWS
Pemerkosaan Bocah 5 Tahun
· NEWS
Masjid Qiblatain Selalu Dipadati Jamaah
· NEWS
Bangunan Bersejarah itu Tak Terurus
Tayang: Senin, 3 Oktober 2005 Pukul 12.00 WibReporter : Firdaus MasrunJuru Kamera : Farma Dinata
indosiar.com, Bali - Bom kembali menghentak Bali. Tiga ledakan menyalak di dua kawasan utama yang selalu padat pengunjung Jimbaran dan Kuta. Semua terhenyak, semua terpukul, lebih-lebih masyarakat Bali.
Peristiwa kali kedua ini diyakini akan membuat sektor pariwisata Pulau Dewata yang sempat mengeliat kembali terhuyung. Ini jelas tragedi kemanusiaan yang harus dikutuk.
Sabtu malam, 2 hari lalu saat kehidupan Bali masih berpacu tiga ledakan bom terjadi. Sesuatu yang pernah terjadi dan sebenarnya coba dilupakan mereka yang datang berkunjung malam itu. Ledakan pertama berdentung dan menghentak pantai Jimbaran sekitar pukul 19.20 Wita.
Dua kafe yang sedang dipadati pengunjung Nyoman Cafe dan Menega Cafe hancur berantakan.20 menit berselang, ledakan lain membahana dikawasan Kuta.
Raja's bar and Restoran yang terletak di bilangan pertokoan Kuta Square luluh lantak. Demikian juga beberapa bangunan disekitarnya, semua yang kebetulan berada disekitar titik ledak menjadi panik.
Lima tubuh ditemukan terkapar disekitar kafe Nyoman Jimbaran, 2 diantaranya bahkan sudah tak karuan bentuknya. Bahkan serpihan tubuh manusia berserakan disekitar radius 50 meter dari pusat ledakan.
Pemandangan tak kalah mengerikan di Menega Cafe. Warga menemukan potongan tubuh tanpa kepala terlempar berceceran darah. Rumah Sakit Sanglah Denpasar menjadi ramai dikunjungi mereka yang coba menyelamatkan para korban.
Jumlahnya masih simpang siur. Sampai Minggu malam, jumlah korban tewas tercatat 26 orang. Tiga diantaranya wisawatan asing, 1 warga negara Jepang dan 2 warga negara Australia.
Dari seluruh korban tewas itu, 9 korban belum diketahui identitasnya. Korban luka-luka lebih banyak, sedikitnya 55 orang. Mereka kebanyakan menderita luka bakar dan terkena serpihan pecahan bom.
Pihak kepolisian Indonesia sementara menyimpulkan, ledakan tersebut dari bom bunuh diri. Polisi mengaku telah menemukan serpihan tubuh manusia terlilit kabel. Disekitar Nyoman Kafe dan Menega Kafe, polisi bahkan menemukan tiga benda tertimbun pasir pantai yang dicurigai sebagai bom.
Peristiwa ini mengingatkan semua pihak pada peristiwa ledakan bom di Bali 3 tahun silam. Dalam peristiwa yang terjadi di Sari Club dan Pady's Cafe 12 Oktober 2002 itu, sekitar 200 nyawa melayang. Angka itu belum termasuk ratusan lain yang mengalami luka-luka.
Dunia menuding, termasuk pihak kepolisian Indonesia pelakunya dari kelompok radikal Jemaah Islamiah. Sejumlah tokoh yang diyakini sebagai pelakunya berhasil ditangkap dalam waktu cepat dan kini menjalani hukuman.
Sama seperti pada kasus-kasus ledakan bom sebelumnya di tanah air. Pemerintah dan aparat keamanan langsung bertindak cepat. Presiden misalnya, langsung menginstruksikan Kapolri, Panglima TNI dan Kepala BIN untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Peristiwa ledakan bom Bali kali ini kekuatannya memang tidak sebanding dengan peristiwa serupa Oktober 3 tahun lalu. Tapi tetap saja membuat semua terhenyak, karena terjadi saat pemerintah dan aparat keamanan merasa sudah mengintensifkan pengamanan, khususnya di kawasan-kawasan ramai seperti di obyek wisata di Bali.
Tak kurang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa menit setelah menerima laporan langsung memanggil sejumlah pembantunya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Kapolri Jenderal Polisi Sutanto, Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto dan Kepala BIN Syamsir Siregar serta Menko Polhukam Widodo AS, merupakan 4 dari sekian pejabat penting yang dipanggil ke Lanud Halim Perdana Kusuma saat itu. Presiden sendiri yang kemudian menyampaikan sikap pemerintah atas kejadian ini.
Saat ini juga menurut Presiden, ia langsung menginstruksikan para pembantunya untuk mengendalikan keadaan dan mengambil langkah-langkah cepat.
Walau tidak secara tegas mengakui, namun secara implisit presiden mengakui aparat Intelejen di tanah air kecolongan dengan kejadian ini. Karena sebelumnya telah ada informasi mengenai akan beraksinya lagi kelompok teroris di tanah air.
Kapolda Bali Irjen Polisi I Made Mangku Pastika langsung memimpin pengusutan. Tim forensik menyisir setiap sudut disekitar Kafe Nyoman dan Kafe Menega, dua kafe yang menjadi korban ledakan dikawasan Jimbaran dan selalu ramai setiap akhir pekan. Tindakan yang sama juga dilakukan di Restoran Raja's.
Kemarin, situasi pantai di Bali sudah terlihat sepi, walau masih ada beberapa wisatawan yang tetap nekad bermain di pinggir pantai. Namun siang harinya, polisi memutuskan menutup sementara pantai Jimbaran untuk kepentingan penyidikan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun kemarin datang ke Bali dengan pengawalan ketat. Kepada wartawan di Media Center, Presiden kembali menegaskan sikap pemerintah Indonesia untuk melawan teroris dengan segala kekuatan yang ada.
Sampai kemarin, aparat keamanan belum mengumumkan siapa pihak yang bertanggungjawab atas peristiwa ini. Namun petunjuk ledakan dari aksi bom bunuh diri telah mereka dapatkan dan kemarin telah dipublikasikan.
Menguatnya ledakan ini dari aksi bunuh diri juga diperkuat dengan ditemukannya 3 korban laki-laki dengan kondisi kepala terpotong di 3 lokasi ledakan. Polisi menduga, ketiganya adalah pelaku peledakan bom bunuh diri. Tapi belum diperoleh bukti kuat menyangkut identitas dan dari kelompok mana mereka.
Kabar yang berkembang, selain ketiganya masih ada 3 laki-laki lain yang selamat dan sampai kemarin, masih terus dikejar petugas.
Dilihat dari bobot ledakan dan korban yang ditimbulkan, ledakan bom di Bali kali ini memang kalah jauh dibanding yang terjadi pada 3 tahun yang lalu. Tapi ada kekhawatiran dampaknya akan lebih parah, karena peristiwa kedua ini mempertegas citra Bali sebagai kawasan wisata yang tidak aman.
Bali dan pariwisata, dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Daerah kepulauan ini telah lama menjadi icon promosi pariwisata Indonesia dan telah dikenal dunia dengan tiga potensi utamanya The Sun, The Sand and Sea.
Ragam sebutan seperti Pulau Dewata, Bali Surga Terakhir atau sebutan yang sangat terkenal Tourist Paradise (Bali Surganya Wisatawan) dan mengambarkan kebesaran nama Bali di mancanegara dengan angka kunjungan wisata rata-rata 2,5 juta setiap tahunnya.
Bukan hanya Pemerintah Daerah dan Pusat yang berkepentingan dari sektor ini, tapi juga sebagian besar masyarakat Bali yang berjumlah sekitar 3,5 juta orang mereguk kehidupan mapan dari keindahan pulau mereka dengan bekerja di banyak sektor ke pariwisataan.
Tapi sektor ini rentan dengan perubahan kondisi sosial, ekonomi, politik dan keamanan yang sifatnya tidak lagi lokal atau regional, tapi sudah menglobal. Karena itu, ketika sektor ini mengalami masalah sektor-sektor lainpun ikut terkena getahnya.
Dalam 3 tahun terakhir, sektor kepariwisataan di Bali menghadapi cobaan bertubi-tubi. Belum sembuh dari terpaan krisis ekonomi nasional di tahun 1998, pariwisata di Bali mengalami masa sulit saat diguncang tragedi WTC Amerika Serikat.
Lalu Oktober 2002, cobaan terberat dihadapi. Bom dengan kekuatan dasyat meledak di jantung Bali dan meluluhlantakan semua urat nadi kepariwisataan Bali. Beberapa peristiwa lain seperti konflik perang Amerika Serikat - Irak, wabah virus Sar dan serentetan bom di Jakarta makin membuat denyut nadi pariwisata Bali memasuki masa paling kelam.
Selama kurun waktu itu, indikator kepariwisataan Pulau Dewata menurun tajam. Jumlah kunjungan wisata anjlok dan berdampak langsung bagi kehidupan semua sektor pendukungnya. Seperti perhotelan, restoran, art shop dan seluruh komponen terkait lain.
Dari banyak indikator itu, yang paling terlihat tentu saja jumlah kunjungan wisata mancanegara ke Bali. Jumlah wisatawan jenis ini terus terkoreksi.
Ambil contoh di tahun 2002, sepanjang tahun itu Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat jumlah wisatawan langsung ke Bali sebanyak 1,2 juta orang, menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2003, angka itu menurun lagi hingga tidak sampai 1 juta.
Banyak pihak berpendapat penurunan itu dampak serangkaian peristiwa yang terjadi di Bali. Walau dalam satu tahun terakhir, trauma wisatawan itu mulai berkurang yang tercermin dengan banyaknya wisatawan yang kembali datang.
Dinas Pariwisata Bali mencatat kenaikan terutama terjadi sejak pertengahan tahun 2004. Peningkatan rata-rata jumlah hunian di hotel-hotel berbintang meningkat 0,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah penumpang pesawat udara baik domestik maupun mancanegara menunjukkan peningkatan sejak bulan Januari. Demikian juga di sektor angkutan barang yang masuk. Karena itu terjadinya lagi ledakan di Bali diyakini akan membuat kepariwisataan Bali kembali terhuyung.
Bukan tidak mungkin, dampaknya akan menjadi lebih dasyat di banding peristiwa 3 tahun lalu, karena peristiwa ledakan di Jimbaran dan Kuta Square 2 hari lalu seperti menegaskan, sosok Bali yang sebenarnya ada ancaman dibalik keindahan dan senyum yang ia tawarkan.
Dampaknya tentu saja di sektor kepariwisataan. Menurunnya jumlah wisatawan akan membuat industri perhotelan dan kerajinan kembali terseok-seok.
Pengangguran menghantui pekerja pariwisata. Ini yang tidak pernah dibayangkan oleh mereka yang karena kepentingan tertentu meletupkan bom di pulau yang indah ini.
Kedukaan masyarakat Bali, kedukaan kita semua bangsa Indonesia. Tapi siapa yang bisa disalahkan. Kita harapkan saja aparat keamanan cepat mengungkap tabir dibalik kejadian ini dan menangkap mereka yang dianggap bertanggungjawab.
Barangkali benar apa yang dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa sekuat apapun pengawasan dan pemantauan keamanan termasuk oleh pihak intelejen, tetap saja, kuncinya adalah kewaspadaan kita semua. (Sup)
Showing 1 to 10 of 24 comments
Page: 1 2 3
3-Dec-2005 13:16:06 WIB by arie asmaraSekarang banyak banget kejahatan dengan logat "ISLAM".Ya seperti kasus bom in sekarang. Aku heran,kok umat islam seperti itu sih. Mending umat beragama khususnyas umat islam lebih meningkatkan keimanannya deh. Tolong "ajari" agama dong pada umatnya terutama yang terpidana di penjara nnih. Oke. Cuma itu saja yang dapat aku sampaikan. terima kasih
1-Dec-2005 09:59:46 WIB by boCoba Palembang di bom juga ya,pasti seru
25-Oct-2005 12:56:46 WIB by Susantoaparat keamanan sibuk tdk karuan tdk ada hasil!sudah meledak baru repot,padahal jalur2 terorisme mestinya sudah dapat terlacak hanya saja aparat kita memble
25-Oct-2005 01:03:04 WIB by MD.KROONKepada YM.President republik indonesia Susilo Bambang Yudoyono.dengan harmat,bagaimana VISA untuk ke indonesia.ada diskriminatie terhadap sesama masyarakat unie eropa.diantaranya NEDERLAND[BELANDA].yang paling banyak mengunjungi indonesia dari unie eropa.karena ada pertalian kekeluargaan.sangat erat.serta tidak kurang pedagang kerajinan rakyat dari batik sampai patung bali wayang golek.dsb.sekarang lenyap di toko2,departementstore.dan belanda adalah pintu gerbang ke eropa untuk indonesia.juga remaja2 yang sering liburan dengan lastminut ticket.tak bisa menikmati .mereka memilih thailand.dan malaysia.lebih murah lebih teratur mengorganisasi turisme.KASIHAN PENGRAJIN DI JAWA DAN BALI.BIASANYA TIAP HARI ADA KONTAINER2BERISI BARANG KERAJINAN DAN JUMLAH MILYARAN RUPIAH.KINI PADAM.SEBAB PEDAGANG CASH AND CARY.LIHAT BARANG BAYAR NAIKAN CONTAINER.KINI MALAS LEBIH BAIK BELI KERAJINAN THAILAND.TOLONG ITU PERATURAN KURANG RAMAH DITINJAU KEMBALITERIMA KASIHWASALAM
25-Oct-2005 00:37:14 WIB by erwinKEWASPADAAN sangat sulit.karena apa,siapa waspada.kewaspadaan yang dilimpahkan keseluruh masyarakat bisa menimbulkan saling curiga.kebencian satu suku pada suku lain.satu agama pada agama lain.rasa waswas.ketakutan.lihat bom london.saking waspada jadi keblinger.ada orang bawa tas kestasiun metro.langsung ditembak.sudah jatuh masih ditenbaki terus sampai polisi yakin itu orang sudah mati.ternyata warga negara brazil itu kewaspadaan polisi "SCOTLANDYARD"yang paling terkenal didunia.ternyata konyol.yang paling baik menjaga kerukunan suku,agama dan ras.dan pembagian rezeki yang adil.jangan bali terus.blitar juga.dan wilayah lain terutama di jawa.kemiskinan musuh masyarakat nomor 1.orang kaya tidak mau bunuh diri.biar bagaimana kuatnya intelejen.polisi dan militer.tak kan berhasil.sebab teror juga bisa dari aparat keamanan.tentara yang dendam,polisi yang sakit hati dsb.
23-Oct-2005 12:15:04 WIB by anikbagaimana indonesia maju,kalau rumahnya sendiri di bom teruuuus
21-Oct-2005 00:09:49 WIB by sisi lainMENGAPA POLY CARPUS YANG DIANCAM HUKUMAN MATI MEMBUNUH MUNIR DENGAN RACUN.LEBIH BAIK DIHUKUM MATI DARIPADA MENGATAKAN,MEMBUKA TABIR.SIAPA YANG MENYURUHNYA????!!!MENGAPA???TAKUT.CINTA ANAK ISTRI.LEBIH BAIK MATI SENDIRI ANAK ISTRI SELAMAT.INI CONTOH YANG JELAS.RENUNGKAN.
21-Oct-2005 00:00:42 WIB by sisi lainBukan membenarkan perbuatan.laknat dari semua agama termasuk islam.fikir.pada saat itu hari yang sama. harga BBM diumumkan yang memang mengejutkan rakyat naiknya.terlalu tinggi.BOM BALI II.bisa oleh organisasi yang pro kenaikan bbm.bisa juga yang anti.bisa organisasi mafia narkoba yang balas dendam atas penangkapan kawan2mereka.bisa oleh gol yang kalah pilpres.bisa koruptor yang kelas tinggi dendam sudutkan president.pada saat harga bbm di umumkan.waktu yang tepat.yang pasti bom itu keji .dalang yang keji.kalau dari wajah pelaku[kalau benar]kepala tsb kelihatan wajah orang miskin.kemiskinan bisa membuat orang nekat BILA ANAK ISTERINYA DAPAT 5 MILYARD.daripada hidup susah terus demi anak2 tercinta biar berkorban[bukan jihad]tetapi power of money.ini yang disembah lebih banyak dari agama apa pun.kalau teror di irlandia yang sudah setengah abad berlangsung sampai detik ini di IRLANDIA UTARA oleh negara yang ikutan menyerang irak.padahal inggris tidak bisa berhasil.urusan dalam negerinya.orang protestan unionis.membunuhi orang katolik irlandia utara.ringkas kata. jaga tuduhan miring terhadap islam sebab kejadian tsb menjelang rhamadan[puasa]bulan suci umat islam hingga bila ada keributan sesama bangsa yang ambil untung fihak asing.yang ingin bali lepas dari NKRI.mari renungkan
15-Oct-2005 12:53:39 WIB by ayashawah,kasus bom lagi...!!!ampe kuping jadi panas nich!trauma saat tragedi bom bali pertama aja belum ilang.ini malahan muncul lagi bom kedua.aku turut berduka cita atas tragedi bom bali tersebut.terutama buat para keluarga korban.moga2 aja gak terulang lagi.ammmiiinnn.....13-Oct-2005 13:14:30 WIB by JJHerannya, dengan sejumlah uang atau apa saja berani utk mati, Pendidikan apa yg mereka peroleh? apa kah dr Agama, atau sekolah biasa sampai sampai membuat Bom di Negeri sendiri. Heran....Heran....Heran

JEJAK KASUS

JEJAK KASUS
Bali oh Bali, Bom Kembali Hentak Bali
Artikel Terkait:
· Bom Sisa PD II, Diledakkan TNI AU
· Ledakan Bom, Enam Korban Masih Dirawat
· Ledakan Bom Dipelabuhan
Berita HOT:
· NEWS
Sembilan Narapidana Kabur
· NEWS
Pemerkosaan Bocah 5 Tahun
· NEWS
Masjid Qiblatain Selalu Dipadati Jamaah
· NEWS
Bangunan Bersejarah itu Tak Terurus
Tayang: Senin, 3 Oktober 2005 Pukul 12.00 WibReporter : Firdaus MasrunJuru Kamera : Farma Dinata
indosiar.com, Bali - Bom kembali menghentak Bali. Tiga ledakan menyalak di dua kawasan utama yang selalu padat pengunjung Jimbaran dan Kuta. Semua terhenyak, semua terpukul, lebih-lebih masyarakat Bali.
Peristiwa kali kedua ini diyakini akan membuat sektor pariwisata Pulau Dewata yang sempat mengeliat kembali terhuyung. Ini jelas tragedi kemanusiaan yang harus dikutuk.
Sabtu malam, 2 hari lalu saat kehidupan Bali masih berpacu tiga ledakan bom terjadi. Sesuatu yang pernah terjadi dan sebenarnya coba dilupakan mereka yang datang berkunjung malam itu. Ledakan pertama berdentung dan menghentak pantai Jimbaran sekitar pukul 19.20 Wita.
Dua kafe yang sedang dipadati pengunjung Nyoman Cafe dan Menega Cafe hancur berantakan.20 menit berselang, ledakan lain membahana dikawasan Kuta.
Raja's bar and Restoran yang terletak di bilangan pertokoan Kuta Square luluh lantak. Demikian juga beberapa bangunan disekitarnya, semua yang kebetulan berada disekitar titik ledak menjadi panik.
Lima tubuh ditemukan terkapar disekitar kafe Nyoman Jimbaran, 2 diantaranya bahkan sudah tak karuan bentuknya. Bahkan serpihan tubuh manusia berserakan disekitar radius 50 meter dari pusat ledakan.
Pemandangan tak kalah mengerikan di Menega Cafe. Warga menemukan potongan tubuh tanpa kepala terlempar berceceran darah. Rumah Sakit Sanglah Denpasar menjadi ramai dikunjungi mereka yang coba menyelamatkan para korban.
Jumlahnya masih simpang siur. Sampai Minggu malam, jumlah korban tewas tercatat 26 orang. Tiga diantaranya wisawatan asing, 1 warga negara Jepang dan 2 warga negara Australia.
Dari seluruh korban tewas itu, 9 korban belum diketahui identitasnya. Korban luka-luka lebih banyak, sedikitnya 55 orang. Mereka kebanyakan menderita luka bakar dan terkena serpihan pecahan bom.
Pihak kepolisian Indonesia sementara menyimpulkan, ledakan tersebut dari bom bunuh diri. Polisi mengaku telah menemukan serpihan tubuh manusia terlilit kabel. Disekitar Nyoman Kafe dan Menega Kafe, polisi bahkan menemukan tiga benda tertimbun pasir pantai yang dicurigai sebagai bom.
Peristiwa ini mengingatkan semua pihak pada peristiwa ledakan bom di Bali 3 tahun silam. Dalam peristiwa yang terjadi di Sari Club dan Pady's Cafe 12 Oktober 2002 itu, sekitar 200 nyawa melayang. Angka itu belum termasuk ratusan lain yang mengalami luka-luka.
Dunia menuding, termasuk pihak kepolisian Indonesia pelakunya dari kelompok radikal Jemaah Islamiah. Sejumlah tokoh yang diyakini sebagai pelakunya berhasil ditangkap dalam waktu cepat dan kini menjalani hukuman.
Sama seperti pada kasus-kasus ledakan bom sebelumnya di tanah air. Pemerintah dan aparat keamanan langsung bertindak cepat. Presiden misalnya, langsung menginstruksikan Kapolri, Panglima TNI dan Kepala BIN untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Peristiwa ledakan bom Bali kali ini kekuatannya memang tidak sebanding dengan peristiwa serupa Oktober 3 tahun lalu. Tapi tetap saja membuat semua terhenyak, karena terjadi saat pemerintah dan aparat keamanan merasa sudah mengintensifkan pengamanan, khususnya di kawasan-kawasan ramai seperti di obyek wisata di Bali.
Tak kurang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa menit setelah menerima laporan langsung memanggil sejumlah pembantunya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Kapolri Jenderal Polisi Sutanto, Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto dan Kepala BIN Syamsir Siregar serta Menko Polhukam Widodo AS, merupakan 4 dari sekian pejabat penting yang dipanggil ke Lanud Halim Perdana Kusuma saat itu. Presiden sendiri yang kemudian menyampaikan sikap pemerintah atas kejadian ini.
Saat ini juga menurut Presiden, ia langsung menginstruksikan para pembantunya untuk mengendalikan keadaan dan mengambil langkah-langkah cepat.
Walau tidak secara tegas mengakui, namun secara implisit presiden mengakui aparat Intelejen di tanah air kecolongan dengan kejadian ini. Karena sebelumnya telah ada informasi mengenai akan beraksinya lagi kelompok teroris di tanah air.
Kapolda Bali Irjen Polisi I Made Mangku Pastika langsung memimpin pengusutan. Tim forensik menyisir setiap sudut disekitar Kafe Nyoman dan Kafe Menega, dua kafe yang menjadi korban ledakan dikawasan Jimbaran dan selalu ramai setiap akhir pekan. Tindakan yang sama juga dilakukan di Restoran Raja's.
Kemarin, situasi pantai di Bali sudah terlihat sepi, walau masih ada beberapa wisatawan yang tetap nekad bermain di pinggir pantai. Namun siang harinya, polisi memutuskan menutup sementara pantai Jimbaran untuk kepentingan penyidikan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun kemarin datang ke Bali dengan pengawalan ketat. Kepada wartawan di Media Center, Presiden kembali menegaskan sikap pemerintah Indonesia untuk melawan teroris dengan segala kekuatan yang ada.
Sampai kemarin, aparat keamanan belum mengumumkan siapa pihak yang bertanggungjawab atas peristiwa ini. Namun petunjuk ledakan dari aksi bom bunuh diri telah mereka dapatkan dan kemarin telah dipublikasikan.
Menguatnya ledakan ini dari aksi bunuh diri juga diperkuat dengan ditemukannya 3 korban laki-laki dengan kondisi kepala terpotong di 3 lokasi ledakan. Polisi menduga, ketiganya adalah pelaku peledakan bom bunuh diri. Tapi belum diperoleh bukti kuat menyangkut identitas dan dari kelompok mana mereka.
Kabar yang berkembang, selain ketiganya masih ada 3 laki-laki lain yang selamat dan sampai kemarin, masih terus dikejar petugas.
Dilihat dari bobot ledakan dan korban yang ditimbulkan, ledakan bom di Bali kali ini memang kalah jauh dibanding yang terjadi pada 3 tahun yang lalu. Tapi ada kekhawatiran dampaknya akan lebih parah, karena peristiwa kedua ini mempertegas citra Bali sebagai kawasan wisata yang tidak aman.
Bali dan pariwisata, dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Daerah kepulauan ini telah lama menjadi icon promosi pariwisata Indonesia dan telah dikenal dunia dengan tiga potensi utamanya The Sun, The Sand and Sea.
Ragam sebutan seperti Pulau Dewata, Bali Surga Terakhir atau sebutan yang sangat terkenal Tourist Paradise (Bali Surganya Wisatawan) dan mengambarkan kebesaran nama Bali di mancanegara dengan angka kunjungan wisata rata-rata 2,5 juta setiap tahunnya.
Bukan hanya Pemerintah Daerah dan Pusat yang berkepentingan dari sektor ini, tapi juga sebagian besar masyarakat Bali yang berjumlah sekitar 3,5 juta orang mereguk kehidupan mapan dari keindahan pulau mereka dengan bekerja di banyak sektor ke pariwisataan.
Tapi sektor ini rentan dengan perubahan kondisi sosial, ekonomi, politik dan keamanan yang sifatnya tidak lagi lokal atau regional, tapi sudah menglobal. Karena itu, ketika sektor ini mengalami masalah sektor-sektor lainpun ikut terkena getahnya.
Dalam 3 tahun terakhir, sektor kepariwisataan di Bali menghadapi cobaan bertubi-tubi. Belum sembuh dari terpaan krisis ekonomi nasional di tahun 1998, pariwisata di Bali mengalami masa sulit saat diguncang tragedi WTC Amerika Serikat.
Lalu Oktober 2002, cobaan terberat dihadapi. Bom dengan kekuatan dasyat meledak di jantung Bali dan meluluhlantakan semua urat nadi kepariwisataan Bali. Beberapa peristiwa lain seperti konflik perang Amerika Serikat - Irak, wabah virus Sar dan serentetan bom di Jakarta makin membuat denyut nadi pariwisata Bali memasuki masa paling kelam.
Selama kurun waktu itu, indikator kepariwisataan Pulau Dewata menurun tajam. Jumlah kunjungan wisata anjlok dan berdampak langsung bagi kehidupan semua sektor pendukungnya. Seperti perhotelan, restoran, art shop dan seluruh komponen terkait lain.
Dari banyak indikator itu, yang paling terlihat tentu saja jumlah kunjungan wisata mancanegara ke Bali. Jumlah wisatawan jenis ini terus terkoreksi.
Ambil contoh di tahun 2002, sepanjang tahun itu Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat jumlah wisatawan langsung ke Bali sebanyak 1,2 juta orang, menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2003, angka itu menurun lagi hingga tidak sampai 1 juta.
Banyak pihak berpendapat penurunan itu dampak serangkaian peristiwa yang terjadi di Bali. Walau dalam satu tahun terakhir, trauma wisatawan itu mulai berkurang yang tercermin dengan banyaknya wisatawan yang kembali datang.
Dinas Pariwisata Bali mencatat kenaikan terutama terjadi sejak pertengahan tahun 2004. Peningkatan rata-rata jumlah hunian di hotel-hotel berbintang meningkat 0,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah penumpang pesawat udara baik domestik maupun mancanegara menunjukkan peningkatan sejak bulan Januari. Demikian juga di sektor angkutan barang yang masuk. Karena itu terjadinya lagi ledakan di Bali diyakini akan membuat kepariwisataan Bali kembali terhuyung.
Bukan tidak mungkin, dampaknya akan menjadi lebih dasyat di banding peristiwa 3 tahun lalu, karena peristiwa ledakan di Jimbaran dan Kuta Square 2 hari lalu seperti menegaskan, sosok Bali yang sebenarnya ada ancaman dibalik keindahan dan senyum yang ia tawarkan.
Dampaknya tentu saja di sektor kepariwisataan. Menurunnya jumlah wisatawan akan membuat industri perhotelan dan kerajinan kembali terseok-seok.
Pengangguran menghantui pekerja pariwisata. Ini yang tidak pernah dibayangkan oleh mereka yang karena kepentingan tertentu meletupkan bom di pulau yang indah ini.
Kedukaan masyarakat Bali, kedukaan kita semua bangsa Indonesia. Tapi siapa yang bisa disalahkan. Kita harapkan saja aparat keamanan cepat mengungkap tabir dibalik kejadian ini dan menangkap mereka yang dianggap bertanggungjawab.
Barangkali benar apa yang dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa sekuat apapun pengawasan dan pemantauan keamanan termasuk oleh pihak intelejen, tetap saja, kuncinya adalah kewaspadaan kita semua. (Sup)
Showing 1 to 10 of 24 comments
Page: 1 2 3
3-Dec-2005 13:16:06 WIB by arie asmaraSekarang banyak banget kejahatan dengan logat "ISLAM".Ya seperti kasus bom in sekarang. Aku heran,kok umat islam seperti itu sih. Mending umat beragama khususnyas umat islam lebih meningkatkan keimanannya deh. Tolong "ajari" agama dong pada umatnya terutama yang terpidana di penjara nnih. Oke. Cuma itu saja yang dapat aku sampaikan. terima kasih
1-Dec-2005 09:59:46 WIB by boCoba Palembang di bom juga ya,pasti seru
25-Oct-2005 12:56:46 WIB by Susantoaparat keamanan sibuk tdk karuan tdk ada hasil!sudah meledak baru repot,padahal jalur2 terorisme mestinya sudah dapat terlacak hanya saja aparat kita memble
25-Oct-2005 01:03:04 WIB by MD.KROONKepada YM.President republik indonesia Susilo Bambang Yudoyono.dengan harmat,bagaimana VISA untuk ke indonesia.ada diskriminatie terhadap sesama masyarakat unie eropa.diantaranya NEDERLAND[BELANDA].yang paling banyak mengunjungi indonesia dari unie eropa.karena ada pertalian kekeluargaan.sangat erat.serta tidak kurang pedagang kerajinan rakyat dari batik sampai patung bali wayang golek.dsb.sekarang lenyap di toko2,departementstore.dan belanda adalah pintu gerbang ke eropa untuk indonesia.juga remaja2 yang sering liburan dengan lastminut ticket.tak bisa menikmati .mereka memilih thailand.dan malaysia.lebih murah lebih teratur mengorganisasi turisme.KASIHAN PENGRAJIN DI JAWA DAN BALI.BIASANYA TIAP HARI ADA KONTAINER2BERISI BARANG KERAJINAN DAN JUMLAH MILYARAN RUPIAH.KINI PADAM.SEBAB PEDAGANG CASH AND CARY.LIHAT BARANG BAYAR NAIKAN CONTAINER.KINI MALAS LEBIH BAIK BELI KERAJINAN THAILAND.TOLONG ITU PERATURAN KURANG RAMAH DITINJAU KEMBALITERIMA KASIHWASALAM
25-Oct-2005 00:37:14 WIB by erwinKEWASPADAAN sangat sulit.karena apa,siapa waspada.kewaspadaan yang dilimpahkan keseluruh masyarakat bisa menimbulkan saling curiga.kebencian satu suku pada suku lain.satu agama pada agama lain.rasa waswas.ketakutan.lihat bom london.saking waspada jadi keblinger.ada orang bawa tas kestasiun metro.langsung ditembak.sudah jatuh masih ditenbaki terus sampai polisi yakin itu orang sudah mati.ternyata warga negara brazil itu kewaspadaan polisi "SCOTLANDYARD"yang paling terkenal didunia.ternyata konyol.yang paling baik menjaga kerukunan suku,agama dan ras.dan pembagian rezeki yang adil.jangan bali terus.blitar juga.dan wilayah lain terutama di jawa.kemiskinan musuh masyarakat nomor 1.orang kaya tidak mau bunuh diri.biar bagaimana kuatnya intelejen.polisi dan militer.tak kan berhasil.sebab teror juga bisa dari aparat keamanan.tentara yang dendam,polisi yang sakit hati dsb.
23-Oct-2005 12:15:04 WIB by anikbagaimana indonesia maju,kalau rumahnya sendiri di bom teruuuus
21-Oct-2005 00:09:49 WIB by sisi lainMENGAPA POLY CARPUS YANG DIANCAM HUKUMAN MATI MEMBUNUH MUNIR DENGAN RACUN.LEBIH BAIK DIHUKUM MATI DARIPADA MENGATAKAN,MEMBUKA TABIR.SIAPA YANG MENYURUHNYA????!!!MENGAPA???TAKUT.CINTA ANAK ISTRI.LEBIH BAIK MATI SENDIRI ANAK ISTRI SELAMAT.INI CONTOH YANG JELAS.RENUNGKAN.
21-Oct-2005 00:00:42 WIB by sisi lainBukan membenarkan perbuatan.laknat dari semua agama termasuk islam.fikir.pada saat itu hari yang sama. harga BBM diumumkan yang memang mengejutkan rakyat naiknya.terlalu tinggi.BOM BALI II.bisa oleh organisasi yang pro kenaikan bbm.bisa juga yang anti.bisa organisasi mafia narkoba yang balas dendam atas penangkapan kawan2mereka.bisa oleh gol yang kalah pilpres.bisa koruptor yang kelas tinggi dendam sudutkan president.pada saat harga bbm di umumkan.waktu yang tepat.yang pasti bom itu keji .dalang yang keji.kalau dari wajah pelaku[kalau benar]kepala tsb kelihatan wajah orang miskin.kemiskinan bisa membuat orang nekat BILA ANAK ISTERINYA DAPAT 5 MILYARD.daripada hidup susah terus demi anak2 tercinta biar berkorban[bukan jihad]tetapi power of money.ini yang disembah lebih banyak dari agama apa pun.kalau teror di irlandia yang sudah setengah abad berlangsung sampai detik ini di IRLANDIA UTARA oleh negara yang ikutan menyerang irak.padahal inggris tidak bisa berhasil.urusan dalam negerinya.orang protestan unionis.membunuhi orang katolik irlandia utara.ringkas kata. jaga tuduhan miring terhadap islam sebab kejadian tsb menjelang rhamadan[puasa]bulan suci umat islam hingga bila ada keributan sesama bangsa yang ambil untung fihak asing.yang ingin bali lepas dari NKRI.mari renungkan
15-Oct-2005 12:53:39 WIB by ayashawah,kasus bom lagi...!!!ampe kuping jadi panas nich!trauma saat tragedi bom bali pertama aja belum ilang.ini malahan muncul lagi bom kedua.aku turut berduka cita atas tragedi bom bali tersebut.terutama buat para keluarga korban.moga2 aja gak terulang lagi.ammmiiinnn.....13-Oct-2005 13:14:30 WIB by JJHerannya, dengan sejumlah uang atau apa saja berani utk mati, Pendidikan apa yg mereka peroleh? apa kah dr Agama, atau sekolah biasa sampai sampai membuat Bom di Negeri sendiri. Heran....Heran....Heran

BALI BLAST II

BALI BLAST IIDestruksi Bom Bali BALI dihancurkan lagi. Penghancuran yang mengerikan dan jahanam lewat peledakan bom yang amat destruktif (1/10). Puluhan manusia menemui ajal. Padahal, dukacita tiga tahun lalu, sungguh belum usai. Siapa yang bisa menghapus kepiluan dengan 210 manusia kehilangan nyawa dalam seketika? Kita mengutuk aksi destruksi terhadap kemanusiaan itu. Destruksi yang dilakukan di tengah kehidupan bangsa yang sulit akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang amat tinggi. Yang juga menjadi kian melukai kita semua, pengeboman itu dilakukan menjelang bulan Ramadan. Bulan ketika umat muslim hendak bersiap diri untuk menyucikan jiwa dengan melaksanakan ibadah puasa. Dalam perspektif kehidupan bernegara, para pelaku pengeboman sekurang-kurangnya telah menjadi musuh kemanusiaan, kebangsaan, dan keagamaan. Karena itu pula, bagi kita yang mencintai kemanusiaan dan percaya terhadap nilai luhur agama, terorisme harus menjadi musuh bersama. Jangan ada keraguan sedikit pun bahwa jalan kekerasan punya ruang pembenaran. Bom Bali kian menegaskan bahwa dalam keadaan apa pun, keamanan negara tidak boleh lengah. Terlebih di Bali, wilayah yang secara kultural menjadi etalase Indonesia. Rupanya wilayah yang mendapat sanjungan 'surga bagi wisatawan' itu kini menjadi target utama para teroris. Menjadi jelas, negara tidak boleh sedikit pun punya perasaan para pencinta kejahatan akan melakukan jeda untuk tidak membunuh. Bom Bali yang selalu memanfaatkan momentum bulan Oktober, sungguh sebuah aksi kejahatan yang amat terencana dan penuh perhitungan. Dan, lagi-lagi, sistem keamanan negara kita tidak mampu menangkalnya. Bom Bali yang pertama, memang telah menjadi contoh kesigapan polisi dalam memburu para pelakunya, tapi tidak pada penangkalannya. Padahal, kejahatan juga punya kader yang setia. Boleh jadi Azahari dan Noordin M Top, otak berbagai pengeboman di Republik ini, memang guru kejahatan yang piawai. Menghadapi hal seperti itu, para aparat intelijen kita sungguh harus bekerja ekstra keras. Sebab, rencana kejahatan para teroris makin rapi dan cermat. Sementara deteksi negara terbukti kian tertinggal di belakang. Kita akan merasa lega jika para pelaku bom Bali yang kedua ini juga segera ditangkap dan diadili. Akan tetapi, bangsa ini akan lebih merasa sangat aman jika orang-orang biadab kian tidak punya ruang untuk menjalankan aksinya. Sumber : http://www.mediaindo.co.id/
");
//]]>-->



BP- 10-02-2005
Tragedi Jimbaran, Kuta, Diduga Kuat Bom Bunuh Diri I DENPASAR--MIOL: Munculnya kasus pengeboman di dua lokasi, Jimbaran dan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu malam (1/10), diduga dilakukan kelompok garis keras dengan cara bom bunuh diri. "Jadi, ada dugaan bom bunuh diri pada tiga titik ledakan di dua lokasi tersebut," kata Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika, di Denpasar, Minggu malam. Di sela-sela kegiatan mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan peninjauan secara khusus terhadap pasien luka bakar di RSUP Sanglah, Pastika menyatakan, kuat dugaan ke arah bom bunuh diri. "Dugaan sementara ya..seperti itu. Namun untuk lebih jelasnya, masih harus dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ucapnya. Dihubungkan dengan ledakan muncul di tiga titik di dua lokasi, Kapolda menyebutkan, pembawa bom yang nekat bunuh diri itupun tampaknya juga tiga orang. "Jadi kayaknya tiga orang nekat bawa bom, kemudian masing-masing meledakkannya di lokasi yang telah ditentukan," ujarnya menambahkan. Presiden dan rombongan yang tiba pukul 18.55 di RSUP Sanglah, baru pada jam 19.30 Wita tampak meninggalkan rumah sakit terbesar di Pulau Dewata itu. Kepada Direktur RSUP Sanglah, Presiden berpesan agar mampu merawat semua pasien dengan sebaik-baiknya. "Rawat para korban dengan sebaik-baiknya," katanya menekankan. Ketika dicegat wartawan, Presiden tidak bersedia berkomentar tentang munculnya kasus bom Bali II di dua lokasi di Jimbaran dan Kuta pada Sabtu (1/10) malam itu. Hingga Minggu petang, ledakan di empat titik di dua lokasi tersebut, tercatat telah menelan 26 korban tewas, dan 122 lainnya mengalami luka-luka berat dan ringan. Indikasi bom bunuh diri, juga berdasarkan fakta sebagian besar korban di Jimbaran --pengunjung kafe sea food-- umumnya luka-luka akibat pecahan logam dan kaca maupun benda lain dari ledakan pada bagian leher dan bagian belakang tubuh. (Ant/OL-03)

BP- 10-02-2005
Pers AS Angkat Isu Kelompok Garis Keras Agama Tertentu di Balik Bom Bali II NEW YORK--MIOL: Pers Amerika Serikat langsung mengangkat isu kelompok garis keras agama tertentu seputar perberitaan tentang peristiwa serangan bom yang kembali terjadi Bali. Berita serangan bom yang menewaskan 25 orang dan mencederai ratusan orang, termasuk turis asing tersebut menempati halaman utama surat-surat kabar terkemuka di AS seperti The New York Times, Boston Globe, The Washington Post, dan Los Angeles Times, Minggu (2/10). Sejauh ini Pemerintah Indonesia belum memberi pernyataan resmi mengenai pelaku pemboman di kawasan wisata tersebut. Namun spekulasi mulai muncul terutama mengingat waktu dan lokasi yang tidak jauh dari peristiwa 13 Oktober 2002, serta adanya kecurigaan mengenai bom bunuh diri. "Pihak berwenang tidak mau berspekulasi mengenai siapa di belakang serangan itu, namun kecurigaan segera tertuju pada Jemaah Islamiyah, kelompok Islam radikal di Indonesia yang berada di balik sejumlah serangan lainnya, termasuk di Bali tahun 2002," tulis The New York Times edisi Minggu di halaman depannya. The New York Times juga menguraikan kembali peristiwa ledakan bom di Bali tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang dan kini para pelakunya sudah diadili. The Washington Post, dengan bersumber dari pihak berwenang yang tidak disebut namanya, juga mengangkat kecurigaan terhadap jaringan yang terkait dengan Al-Qaeda. "Dua serangan bom yang hampir bersamaan, yang menurut sejumlah penyelidik dilakukan oleh kelompok terkait pada Al Qaeda, menyerang restoran yang terkenal dengan hidangan lautnya di kawasan pantai Jimbaran," tulis The Washington Post. Los Angeles Times juga mengangkat isu Islam radikal seputar peristiwa serangan teroris yang tejadi untuk kedua kalinya di Bali tersebut. "Pihak berwenang menyebut itu serangan bom teroris, dan kecurigaan segera jauh pada Jemaah Islamiyah, kelompok ekstrimis Islam terkait dengan Al Qaeda yang bertanggungjawab atas peristiwa di Kuta tiga tahun lalu," tulis Los Angeles Times. Sementara itu kalangan Muslim di AS juga menyesali terjadinya peristiwa bom di Bali tersebut. "Saya ingin mengingatkan komunitas internasional bahwa Islam tidak mentolerir aksi teroris untuk tujuan apapun," kata SYamsi Ali, Imam pada Islamic Center of New York. Ulama asal Indonesia yang juga sebagai Direktur Jamaica Muslim Center New York itu juga menyesali kecenderungan bahwa setiap ada perisiwa terorisme langsung dikaitkan dengan kelompok Islam, padahal belum ada bukti kongkrit. (Ant/OL-1)

BP- 10-02-2005
Ngruki Tak Kenali Pengebom TIGA POTONGAN KEPALA : DENPASAR - Polisi memastikan bom yang meledak di kawasan wisata Kuta dan Jimbaran Sabtu malam lalu merupakan bom bunuh diri (suicide bombing). Ini setelah polisi menemukan tiga potongan kepala yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri tersebut. Mereka berusia 20 sampai 30 tahun. Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika menunjukkan foto mereka dalam jumpa pers di Hotel Inna Bali Beach tadi malam. Wajah ketiga pengebom bunuh diri itu tidak rusak sehingga bisa dikenali. Meski begitu, Kapolda mengaku belum mengenali identitas mereka. Saat ini, polisi berusaha menemukan identitas mereka. Tadi malam, sampel tubuh mereka diambil untuk pemeriksaan DNA. Dihubungi secara terpisah, Ketua Front Perlawanan Penculikan Solo Chalid Muhammad mengakui tidak mengenali ketiga wajah yang diakui polisi sebagai pelaku bom bunuh diri itu. Dia mengatakan juga sudah mengecek ke Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Solo, beserta link-nya. Hingga tadi malam, Chalid memastikan tidak ada yang mengenali wajah ketiganya. "Pokoknya, mereka bukan orang Ngruki," kata Chalid yang selama ini aktif membela aktivis Islam yang diculik di sekitar Solo. Kapolda Bali yakin bom yang menewaskan 22 orang itu merupakan bom bunuh diri karena dua alasan. Pertama, polisi menemukan potongan-potongan tubuh yang tercerai-berai di tiga lokasi berbeda. Yaitu, di Raja’s Bar & Restaurant di Kuta Square, serta di Kafe Nyoman dan Kafe Menege di Jimbaran. "Masing-masing potongan kepala itu ditemukan di tiga lokasi ledakan tersebut," kata Pastika. Potongan kepala itu terpisah jauh dari potongan tubuhnya yang lain. Kepala dan kakinya terlepas, sedangkan badan tercerai-berai dan menempel ke mana-mana. Bahkan, ditemukan potongan kepala dengan jarak 25 meter dari sumber ledakan di Jimbaran. Kedua, polisi menemukan barang bukti materi yang diduga digunakan untuk membawa bom di lokasi ledakan. Misalnya, jaket dan tas. "Dengan dua bukti ini, saya yakin suicide bombing," tegas mantan ketua tim penyelidikan bom Bali I itu. Selain itu, menurut Pastika, rekaman video amatir sempat menangkap gambar seorang pemuda berada di Raja’s Bar & Restaurant beberapa detik sebelum ledakan. Pemuda yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri itu mengenakan kaus hitam dan celana jins. Dia terlihat berjalan sambil menggendong tas punggung. Tak lama setelah dia berada di Raja’s, terjadi ledakan bom. Kepala dan bagian tubuh pembawa bom itu terpisah dan terlempar jauh dari titik ledakan. Kapolda menduga, sedikitnya tiga pelaku lainnya berhasil lolos. "Ada pelaku lain yang berperan merencanakan, membuat bom, dan mengatur," tambahnya Kapolda memperkirakan, setiap pengebom bunuh diri membawa bahan bom yang beratnya tak kurang dari 10 kilogram. Sementara polisi baru menemukan bahan jenis TNT di lokasi peledakan. "Bahan-bahan lainnya sedang diselidiki," katanya. Polisi juga menemukan besi-besi kecil (gotri) berserakan dan menempel di tubuh ketiga pelaku bom bunuh diri. Ketika ditanya bagaimana TNT bisa masuk ke Bali, Kapolda mengatakan bisa saja. Alasannya, Bali merupakan pulau yang panjang. Bisa saja TNT itu masuk lewat Gilimanuk. "Sebab, tidak mungkin polisi menggeledah setiap orang," tegasnya. Kapolda menduga, bom tersebut masuk Bali sudah dalam bentuk jadi. Apakah ketiga pengebom itu tidak masuk daftar buron polisi? Kapolda mengaku tidak mempunyai informasi tentang mereka. Pada bagian lain, Kapolda juga mengklarifikasi jumlah ledakan. Kapolda menyatakan, jumlahnya bukan lima, tapi tiga ledakan. Kapoda juga membantah jumlah korban tewas. "Yang benar, korban tewas 22 orang," jelas jenderal polisi bintang dua itu. Kalau ada 25 orang, lanjut Kapolda, itu kekeliruan. Sebab, yang dihitung kantong-kantong mayatnya. Ternyata, setelah dihitung ulang, ada kantong yang hanya berisi kepala. Ada juga yang berisi satu kaki. Dan, ada yang hanya berisi satu tangan. Di antara 22 korban tewas, 13 orang adalah warga Indonesia. Sebanyak 19 jenazah tampak utuh. Tapi, lima di antara jenazah itu belum bisa diidentifikasi. Mereka diduga warga negara asing. Tiga jenazah lainnya, yang diduga pelaku bom bunuh diri, tercerai berai bagian tubuhnya. Dari 22 korban tewas itu, dua orang tewas di Raja’s dan 20 lainnya di Jimbaran. "Tapi, belum tahu berapa yang tewas di Kafe Nyoman dan berapa di Kafe Menege," katanya. (sup)

BP- 10-02-2005
Mungkin Indonesia sudah harus menerapkan suatu paham "SEMUA RAKYAT ADALAH TENTARA" seperti di ISRAEL atau di CHINA dan beberapa negara lain. Semua orang bisa jadi intelegent, kalo ada orang yg mencurigakan maka orang itu bisa segera melapor ke badan berwenang. Di Israel semua rakyat diperbolehkan 'mencurigai' siapapun yang dianggap membahayakan/ siapapun yang kira2 diduga terorist. Misalnya, kalo orang yang bawa-bawa tas gede, ia bisa diperbolehkan/diminta untuk membuka tasnya oleh orang lain dan di cek.... (ya maap maap aja, gue curiga ama loe....) dan ini dilegalkan secara hukum. Mungkin ada benernya juga diterapkan hukum ini. Ada banyak bukti, misalnya saja BOM yang di London itu juga dibawa dengan tas rangsel gede. Bom di HAIVA juga di hand-carry pake tas rangsel. Setiap orang tentara, setiap orang intelegent. Setiap rakyat menjadi informan. Jadi rakyat ikut proaktif pada 'perang terhadap terorisme', dan tidak hanya mengandalkan pada aparat. Sistem ini sebenarnya umum diterapkan, bahkan kalo melihat website DepHanKam RI, memang itulah yang sedang digodok Menhankam RI sekarang Juwono Sudarsono. Sistem ini juga berlaku di Swiss (negara tanpa tentara aktif), Singapura, Korsel dll. Tapi, ada 'bugs'nya juga. Di Amerika, bila Hankamrata ini termasuk wajib militer and diprotes. Di singapore, swiss dan korsel, tidak. Dulu jaman negara eropa timur, semua menerapkan hankamrata ini dan malah tiap anggota keluarga dipaksa untuk menjadi mata-mata untuk mengawasi anggota keluarga lainnya. Rumania, Jerman Timur, kasusnya menjadi begitu banyak sehingga tiap orang bahkan tidak percaya dengan anggota keluarga lainnya.

BP- 10-03-2005
Bali Post: Enam Pelaku Bom Bali II Denpasar (Bali Post) - Bali Post/afp DIDUGA PELAKU - Foto potongan kepala korban bom di Kuta dan Jimbaran. Mereka diduga sebagai pelaku bom bunuh diri. Kasus bom Bali II mulai menemukan titik terang. Diduga enam pelaku terlibat dalam peledakan di dua tempat; Kuta dan Jimbaran. Tiga dari enam pelaku itu tewas di TKP. Diduga mereka menjadi eksekutor dalam bom bunuh diri tersebut. Demikian dijelaskan Kapolda Bali Mangku Pastika ketika mendampingi Presiden Yudhoyono saat menggelar jumpa pers, Minggu (2/10) kemarin. Kata Mangku Pastika, bahan peledak yang digunakan adalah TNT dengan high explosive. Diduga bom seberat 10 kg ini dirakit di luar Bali. Tiga yang masih dikejar bertindak sebagai pengatur ledakan. Mereka diduga berada di luar lokasi ledakan, namun masih dalam jarak yang bisa memantau eksekutor. Presiden Yudhoyono menyampaikan belasungkawa terhadap masyarakat Bali dan mengutuk tindakan tersebut. Kata Yudhoyono, ledakan bom di Kuta dan Jimbaran tidak saja membuat Bali sedih, juga merupakan musibah nasional dan mencoreng citra Indonesia. ''Pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan masa depan bangsa,'' katanya, Minggu kemarin sore. Pemerintah mengambil tiga langkah penting dalam menata Bali pascaledakan bom di Kuta Square dan Jimbaran. Pertama, memberi pelayanan medis dan membantu para korban yang masih terbaring di rumah sakit. Korban luka-luka harus mendapat pelayanan yang profesional. Kedua, melakukan penyidikan yang cepat dan Polri diharapkan segera mengungkap dan menangkap teroris yang meledakkan bom di Bali. ''Langkah ketiga, meningkatkan pengawasan di tempat-tempat wisata di Bali,'' tambahnya. Tiga Pelaku Tewas Kapolri Jenderal Pol. Sutanto yang dicegat wartawan di Inna Natour Kuta menyatakan tiga pelaku kasus bom di Kuta Square dan Jimbaran tewas di TKP. ''Tiga tersangka sudah tewas, bersamaan dengan ledakan bom di TKP,'' katanya seraya bergegas masuk mobil. Didesak kelompok mana yang terlibat, Irjen Pastika menduga paling tidak ada enam pelaku yang kini tengah diburu polisi. Mereka itu yang merancang pengeboman dan menentukan tempat yang dijadikan sasaran. ''Sudah direncanakan dan sedikitnya melibatkan enam pelaku,'' ucapnya. Yudhoyono juga mengatakan situasi keamanan Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, khususnya Bali. Kejadian ini sangat mengganggu stabilitas keamanan Bali. Ia pun minta dukungan kepada masyarakat luas, kerja sama dengan negara sahabat, meningkatkan hubungan bilateral. (tm BP)

TERORISME

Terrorisme
Kejahatan Transnasional » Terrorisme » Teroris di indonesia dan usaha-usaha yang diambil untuk mengalahkan masalah
· Teroris di Indonesia dan Usaha-usaha yang diambil untuk mengalahkan masalah
20 Sep 2001 14:57 WIB - 361 page view
Isu dari teroris global sudah menjadi hal penting sejak serangan teroris di Pusat Perdagangan Dunia AS dan Pentagon di September 11, 2001. Di dalam menanggapi serangan teroris itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dipimpin oleh AS, sudah melaksanakan suatu kampanye untuk membawa semua negara-negara bersama-sama kepada teroris serangan balasan global yang adalah suatu ancaman keamanan dunia.
Jauh sebelum 11 September bahwa Indonesia telah menderita serangan teroris karena satu rangkaian tindakan-tindakan teroris yang terjadi dari 2000-2001. Ini yang dimasukkan satu rangkaian ledakan-ledakan dalam tujuh kota yang besar yang menargetkan gereja-gereja di Malam Hari Natal pada tahun 2000 dan beberapa wilayah umum yang lain ( seperti pusat perbelanjaan dan alun-alun, dan bangunan Jakarta Stock Exchange). Ada banyak korban, walau tidak sejumlah yang sama pada serangan teroris 11 September.
Pada kampanye anti teroris, beberapa negara-negara, termasuk negara-negara ASEAN, secara langsung bertanggung jawab dalam penangkapan teroris dengan menggolongkan dan menerapkan tindakan keamanan internal pada setiap negara masing-masing. Pada waktu yang sama, Indonesia juga telah mencurigai dalam hubungan pemboman, tetapi mereka yang tidaklah disebut teroris karena istilah "teroris" tidak terdapat di perundang-undangan Indonesia dan perundang-undangan Anti-Subversion telah dihapuskan selama "Zaman Reformasi" (post-Suharto administrasi).
Permulaan, banyak dari masyarakat Indonesia belum menyadari akan ancaman teror bahwa bisa terjadi pada setiap waktu, dan tidak pandang pada target atau tempat. Usaha-usaha dari pemerintah di dalam menetralkan kelompok-kelompok yang terlibat, sering kali bertemu kelompok-kelompok tertentu dengan menuduh pemerintah tentang memecahkan Islam dengan menggambarkan dan menyamaratakan bahwa teroris digolongkan Islam. Dari hasil tersebut, pemerintah menjadi lebih berhati-hati secara representatif dalam bertindak. Dalam waktu itu, negara-negara lain bertindak melawan kelompok teroris dan menangkap informasi dengan mengumpulkan aktifitas kelompok teroris di Indonesia.
Pengaruh dari hal ini bahwa Indonesia, pada waktu itu, dituduh tidak serius dalam menangani terorisme. Di sana masih banyak peristiwa teroris dan para pelakunya masih bebas dan belum ditangkap. Pandangan negatif pada Indonesia, bagaimanapun, berubah secara total setelah Bali Bombing di Oktober 12, 2002 bahwa telah terbunuh 202 orang dan terluka 235 orang. (kebanyakan korban-korban berasal dari Australia, Eropa dan Asia).
Tragedi di Bali menimbulkan banyak dukungan penawaran negara-negara lain ke Indonesia -dalam membantu korban-korban, di dalam membongkar kasus, dan di dalam memburu orang yang dicurigai. Oleh karena dukungan dari banyak negara dalam bentuk peralatan dan keahlian profesional, kerjasama yang baik, dan yang disertai oleh para anggota yang bermotivasi tinggi, kasus bom Bali terbongkar kurang dari satu bulan. Lebih dari itu, jaringan dari pemboman menjadi terungkap dan tertangkap. Misteri dari banyaknya teroris yang bertindak sejak 2000 juga dapat terungkap.
Dari perspektif yang lain, kasus Bom Bali menyebabkan kerusakan pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Itu mempengaruhi dalam Industri pariwisata-dunia tidak bisa bergantung pada suatu jaminan dari keselamatan di Indonesia. Sebaliknya, penanganan yang sukses kasus bom Bali menjadi langkah untung seperti:
1. Menciptakan satu kesadaran di dalam masyarakat Indonesia dari ancaman teroris yang ada di Indonesia. 2. Kembalinya internasional dan kepercayaan domestik pada Pemerintah Indonesia dalam menangani teroris. 3. Alir simpati dan dukungan dari negara-negara lainnya untuk mengalahkan efek bom Bali. 4. Penawaran bantuan dari banyak negara untuk memperbaiki anti teroris dalam wujud peralatan, pelatihan dan keuangan.
Sukses dalam membongkar kasus bom Bali dan menangkap banyak penjahat yang terlibat kasus-kasus teroris, yang terjadi bersamaan sebelum dan setelah tragedi Bali dalam 2002 maupun di dalam 2003 (seperti kasus-kasus di Makasar, Markas besar kepolisian, Airport, di Parliament Building dan JW Marriott) sudah mengubah pandangan negatif: dari satu gambaran negara yang tidak serius menindaki teroris menjadi negara yang sukses melawan teroris.
Sukses dalam membongkar teroris tidak berarti bahwa Indonesia bebas dari ancaman teroris. Dari satu analisa dari trend teroris di Indonesia, beberapa faktor-faktor menunjukkan bahwa Indonesia sangatlah rentan terhadap ancaman dari teroris. Usaha-usaha untuk mengalahkan teroris di Indonesia ada sedikitnya tiga masalah pokok yang perlu di perhatian: 1. Menyerang teroris global memerlukan kerjasama antara negara-negara.2. Semua kasus terorisme harus sepenuhnya dengan penangkapan semua penjahat dan jaringan mereka. Hal ini harus dilakukan sesuai hukum yang ada.3. Usaha-usaha represif, diperlukan langkah-langkah yang diambil untuk mencegah tindakan-tindakan teroris yang akan terjadi. Ini bukanlah hanya tanggung jawab segi keamanan tetapi harus seluruh aspek institusi yang terkait termasuk masyarakat diri sendiri.
Untuk mendiskusikan permasalahan teroris dan usaha-usaha untuk mengalahkan, beberapa materi yang harus dibahas secara lebih detil: 1. Trend dalam pengembangan dari teroris di Indonesia. 2. Hasil dalam penanganan permasalahan teroris. 3. Satu analisa dari aktivitas jaringan teroris di Indonesia. 4. Usaha di dalam menanggulangi teroris.
Trend di dalam Pengembangan dari Terorisme di Indonesia
a. Pengembangan dari Terorisme di Indonesia Pengembangan dari terorisme di Indonesia dapat dilihat dari data dari peristiwa-peristiwa di mana material bahan ledak digunakan. Data ini adalah dari Markas besar kepolisian:
Peristiwa-Peristiwa Kriminal dengan Material Bahan Ledak telah digunakan di Indonesia : Periode 1999 -2003

1999
2000
2001
2002
2003
Peristiwa
7
75
81
25
8
Dipecahkan
3
42
59
16
8
Yang diselidiki
4
33
22
9
0
Peristiwa-Peristiwa Teror Material Bahan Ledak yang Digunakan di Indonesia :Periode 1999 -2003

1999
2000
2001
2002
2003
Peristiwa
3
38
4
6
8
Dipecahkan
2
34
4
6
8
Yang diselidiki
1
4
0
0
0
b. Peristiwa Terorisme Profil tinggi di Indonesia Di antara peristiwa-peristiwa yang menggunakan material bahan ledak dan dapat digolongkan ketika kasus-kasus teroris, hal ini sangat diperhatikan secara serius oleh publik dan internasional.
Hasil-hasil dari Ukuran-ukuran TerorisUsaha-usaha penting telah diambil untuk tempat teroris yang konter dan ini adalah hasil-hasil dari operasi dalam memburu orang yang dicurigai dari kasus Bom Bali Oktober 2002. Operasi ini diselenggarakan oleh suatu regu khusus yang terbentuk setelah pemboman. Pada awalnya, tugas utama dari regu itu untuk memburu orang yang dicurigai yang terlibat dalam pemboman Bali, selama keadaan operasi, regu itu sukses dalam menangkap orang yang dicurigai dan membongkar jaringan yang terlibat dalam peristiwa teroris lain di Indonesia karena 2000 (terutama di Malam Hari Natal 2000).
Oleh karena; berhubungan dengan suksesnya operasi, tugas regu itu diperluas untuk melanjutkan dengan pemburuan dan penangkapan tersangka yang terlibat dalam Pemboman Bali dan peristiwa teroris lain. Selama operasi Pemboman Bali, 80 anggota teroris telah ditangkap dari banyak lokasi ke seberang Indonesia.
Ketika pernyataan dari orang yang dicurigai yang ditangkap langsung diuji dan yang disambungkan ke lokasi keterlibatan mereka di dalam aktivitas, itu telah jelas bahwa kebanyakan dari kasus-kasus teroris yang penting di Indonesia dapat terbongkar, kecuali ledakan di Kantor Kejaksaan Agung pada 2001.
Sukses dalam pembongkaran jaringan teror JI dan pengalaman selama operasi sangatlah penting di dalam meningkatkan kemampuan penyelidik dalam membongkar peristiwa teroris setelah Bali dibom. Informasi mengumpulkan dari tersangka dan pengalaman memperoleh di kemudian, itu sangat jelas bahwa peristiwa-peristiwa teroris yang terjadi dikemudian, seperti bom Makasar , bom Markas besar kepolisian dan beberapa kasus pengeboman yang lain termasuk bom JW Marriott Hotel yang dapat dipecahkan dan yang diungkapkan dalam waktu singkat.
Lebih dari itu, dari menangkap/menghentikan tentang banyak analisa lebih baik sudah diselenggarakan yang mampu mengantisipasi kejadian lebih lanjut dari peristiwa-peristiwa teroris dan mencegah setiap serangan-serangan yang direncanakan. Penemuan dari sejumlah besar material perlengkapan senjata dan bahan ledak pada beberapa lokasi persembunyian teroris merupakan hal penting dalam mencegah rencana teroris yang dirancang oleh kelompok teroris.
Jaringan Teroris di Indonesiaa. Golong Teroris Dasar pembongkaran peristiwa teroris di Indonesia, teroris dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok :1. GAM (Gerakan Aceh Merdeka -bebas Aceh Movement) : orang yang dicurigai dari Kelompok Aceh Separatist yang menyelesaikan tindak teroris di luar Nangroe Aceh Darussalam (NAD) wilayah teritorial. Sasaran dari tindak teroris untuk menciptakan kekacauan dan menyebabkan ketidakstabilan snegara dari Republik Indonesia. Targetnya: Bangunan pemerintah, kantor-kantor, dan instalasi-instalasi hal penting; wilayah umum dan pusat belanja. 2. Kelompok Islam Radikal ( JI) :Para anggota Jemaah Islamiah, yang ditemukan oleh Abdullah Sungkar di Malaysia dan lalu dilanjutkan oleh Abu Bakar Basir. Tujuan mereka untuk menerapkan Islam Sharia Hukum (untuk membentuk suatu Greater Islamic State). Sasaran dari teroris mereka bertindak untuk mengira pembalasan dendam, perawatan yang tidak adil menghubungkan dengan Islam. Target-target : a. Pada awalnya, tempat beribadat, gedung-gedung/perkantoran/kedutaan wakil-wakil yang asing ( yang disebut 'Target-target Sulit')b. Ini sudah berubah 'Target-target lembut': tempat-tempat publik, pusat belanja, hotel-hotel, kelab malam, dan gedung-gedung/kedutaan dengan koneksi-koneksi AS. 3. Kelompok lain dengan alasan-alasan yang individu: Target : Orang-orang atau bangunan, dengan alasan pembalasan dendam yang berkenaan dengan keluhan yang individu.
b. Struktur Organisasi Salah satu teroris paling aktif yang sudah melaksanakan banyak aktivitas di Indonesia adalah Jemaah Islamiyah (JI) yang dipimpin oleh Abu Bakar Basyir (sepert ketika pemimpin rohani Amir). Organisasi tersebut tidak secara resmi ada dan yang didasarkan pada pintu masuk tersangka.Tujuan utama dari JI adalah perwujudan suatu Golongan Grater Islamic untuk menutupi keterlibatan meliputi : bagian dari Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia dan Negara Pilipina. Langkah-langkah keterlibatan dalam memperkuat tekad tentangnya para anggota dengan pemahaman :1. visi dan misi JI2. kumpulan perencanaan strategis3. Implementasi 4. Pembentukan atau penciptaan unit-unit 5. memutuskan target-target operasional 6. ketetapan peralatan 7. menyelesaikan aktivitas.
c. Daerah kerja WilayahUntuk persyaratan-persyaratan dari strategi mereka, JI membagi daerah kerja mereka yang wilayah ke dalam empat bidang (Mantiki). Ini adalah :1. Mantiqi Ula/I :Singapura perlindungan wilayah ekonomi dan Malaysia. Pemimpin pembentuk adalah HAMBALI dan lalu diubah ke MUKLAS2. Mantiqi Sani/II :Konflik Area perlindungan bagian dari Indonesia dan yang dipimpin oleh ABU IRSYAD 3. Mantiqi Thalid/III: Pelatihan Area perlindungan selatan Pilipina bidang dari Mindanau, dan yang dipimpin oleh MOHNASIR 4. Mantiqi Ukhro/IV perlindungan Australia, dan yang dipimpin oleh ABD ROHMI AYUB Setiap Mantiqi yang dibagi menjadi Wakalah Setiap Wakalah mensupervisi suatu Chatibah Qirdas Setiap Qirdas mensupervisi Fiah.
d. Pembagian kerja di Activities Untuk menyelesaikan pembagian kerja aktivitas teroris mereka mulai dengan :Perencana Strategis, Kelayakan Study/Penelitian, Ladang Observer, pembuat keputusan target, penyedia logistik/transportasi, Pembuat pengeboman, asisten dan bomber.
e. Penyaluran DasarSumber dari pembiayaan JI adalah dari: 1. Sumbangan dari para anggota +5% dari pendapatan mereka 2. Sumbangan dari masyarakat 3. Sumbangan dari Fisabililah 4. Sumbangan Wajib dari pendapatan5. Sumbangan Wajib pada akhir Ramadhan (puasa bulan) perayaan-perayaan 6. Al Qaeda 7. Sumbangan dari Parties 8. FA'I (uang memperoleh dari yang tidak islam oleh apapun yang digunakan untuk kemajuan dari Islam)
Funds yang dikumpulkan digunakan untuk aktivitas untuk membantu Muslim dalam konflik, untuk pelatihan, karena membeli senjata-senjata dan karena membiayai teroris activities/ledakan yang dilaksanakan oleh unit-unit mereka yang khusus. Sebagai contoh dana digunakan untuk :1. Untuk membiayai bidang-bidang dari konflik :Ambon, Poso 2. Membeli senjata dan mengirimkan mereka ke bidang-bidang konflik 3. Mengirimkan anggota untuk menyelesaikan Jihad dan untuk pelatihan di Afghanistan 4. Membiayai untuk pelatihan militer dalam Islam Akademi Militer traing Camp, di Moro. 5. Malam Hari Natal 2002 membom :Medan, Siantar, Pekanbaru, Batam, Jakarta, Bandung, Sukabumi, Mojokerto dan Mataram. 6. Membom selama 2001 di Jakarta (Atrium Senen, Santa Ana dan HKBP gereja-gereja), Kerinci dinding jangkar/biaya labuh, Pekan Baru dan Medan.7. Bali Bombing dalam 2002 (US$35,500) 8. Kegiatan-Kegiatan Perencanaan di Singapura (Bernyanyi $ 50,500) 9. Membom JW Marriott Hotel
Meningkatkan Usaha-Usaha Menghapuskan Teroris
Sukses-sukses sampai saat ini di dalam menangkap/menghentikan tentang teroris-teroris tidak berarti bahwa Pemerintah Indonesia telah mampu menghapuskan ancaman dari terorisme di Indonesia.a. Instability itu kepada Threat dari Terrorism .......... Faktor-faktor bahwa menguatkan ancaman dari terorisme di Indonesia termasuk:1. Masih ada banyak anggota Islam radikal menggolongkan yang secara langsung terlibatkan dalam tindakan-tindakan teroris dan siapa yang masih diinginkan oleh polisi. Mereka adalah sangat gerak dan mampu melintasi provinsi-provinsi, pulau-pulau dan bahkan negara-negara. Mereka bersifat militan dan tidak takut tentang ancaman dari hukuman mati jika mereka dicoba. 2. Terorisme global sejauh ini mempunyai sukses di dalam menerapkan suatu strategi tentang manipulasi isu-isu yang religius dan mengambil keuntungan dari dendam-dendam atau kesetiakawanan religius untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. Strategi ini adalah sangat efektif ketika yang diterapkan di Indonesia karena masyarakat Indonesia itu mempunyai suatu kultur dari " gotong-royong" dan kesetiakawanan antar Muslims adalah ketinggian. Kondisi-kondisi ini membantu teroris menggolongkan untuk bersembunyi dan meminta perlindungan di antara masyarakat bahwa tidak merasa bahwa itu sudah dirintangi oleh strategi teroris itu.3. tindakan-tindakan AS yang sabar dalam melawan teroris dengan memecahkan negara Islam seperti Afghanistan dan Iraq sudah menyebabkan satu reaksi yang antipathetic kepada AS. Reaksi ini dipertajam oleh pengembangan dari kabar angin yang AS sedang berkomplot dengan teroris untuk mengambil alih ladang minyak, kabar angin dari perilaku AS kadang-kadang menciptakan dua patokan yang mengakibatkan ketidakadilan-ketidakadilan yang dilaksanakan terhadap Muslims sepanjang dunia. 4. Pernyataan dari kebanyakan dari orang yang dicurigai ydan tertangkap menunjukkan keteguhan hati mereka di dalam pemahaman jihad mereka yang membenarkan tindakan-tindakan mereka yang kejam atau bahkan tindakan-tindakan teroris mereka ketika mereka melakukan dalam pembelaan diri atau dalam melindungi tekanan melaksanakan Muslim. 5. Di dalam periode yang mendekati Pemilihan Umum dari Indonesia tahun 2004 pilihan yang politis akan sedang mencari dukungan dari rakyat banyak. Bagi mereka menggambarkan yang sedang mencari dukungan dari kelompok mayoritas (Islam-islam) mereka bukan statemen-statemen buatan bahwa boleh mengisolasikan golongan Muslim.
Meningkatkan Usaha-usaha untuk Menghapuskan Teroris di Indonesia
Mempertimbangkan lingkungan peka, dalam memerangi teroris di Indonesia perlu dipertimbangkan bahwa usaha-usaha akan efektif ketika itu bukanlah hanya mengarahkan pada tindakan-tindakan yang represif (penangkapan dan memburu teroris-teroris). Hal yang paling penting adalah :bagaimana caranya mencegah tindakan-tindakan melalui peningkatan dari kewaspadaan sehingga tidak ada peluang untuk teroris-teroris, seperti juga usaha-usaha untuk memberi informasi kepada masyarakat sehingga mereka tidak dirintangi atau yang terjerat oleh strategi teroris yang mengolah Islam pengajaran-pengajaran untuk menemukan dukungan dari masyarakat yang lebih luas. ......... Sejalan dengan aktivitas di dalam menyelesaikan
Pada waktu yang sama hasil polisi Indonesia itu yang meningkatkan usaha-usaha dan kemampuan mereka kepada melawan terorisme, seperti; 1. Menciptakan dan Increasing Capabilities dari Anti Terrorist Unit. a. Pembentukan Anti Terrorism Coordination Desk menempatkan di kantor dari Coordinating Minister untuk Politics dan Security. b. Meningkatkan koordinasi kecerdasan(inteligen dan berhubungan lembaga; institusi termasuk: BAK/PETI (Tubuh Kecerdasan(Inteligen Nasional), BIK (Menjaga ketertiban Intelligence Body), Intelligence milik jaksa agung, National Army Intelligence Indonesia, Departemen dari Finance/Customs, Bank dari Indonesia, Departemen dari State Affairs, dll.c. Pembentukan Yang Khusus Anti Unit Teroris 1) Pembentukan Direktorat VI Bareskrim (Tubuh Penyelidikan Jahat) 2) Pembentukan Permanent Anti Terrorist Unit pada Markas besar kepolisian dan pada Pos polisi regional. 2. Memperbaharui Perundang-undangan :a. Pengesahan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai usaha-usaha untuk [berjuang/ berkelahi] terorisme. b. Pembekuan asset-asset mencurigai tentang mahluk yang digunakan di dalam aktivitas teroris. c. Mensahihkan Regulation 15/2003 mengenai penghapusan terorisme3. Meningkatkan kooperasi internasional dan regional :a. Mengambil bagian di dalam pertemuan-pertemuan forum regional :ASEAN, ARF, AMMTC, dll. b. Meningkatkan pertukaran dari informasi kecerdasan(inteligen dengan negara-negara ASEAN, negara-negara tetangga, dan negara-negara lain : Australia, AS, Jerman, Jepang, dll.c. Pembentukan suatu Joint Task Force dalam satu usaha untuk membongkar kasus-kasus teroris dan di dalam berburu teroris-teroris. 4. Meningkatkan mutu ketrampilan dari Anti Terrorist Unit. a. Perhebat aktivitas pendeteksian dan pembongkaran jaringan teroris b. Menemukan dan memaksimalkan dukungan pelatihan untuk kemampuan Anti Terrorist dari yang domestik dan latihan luar negeri: AS, Australia, Jerman, Jepang, dll. c. Meningkat;kan kemampuan anti peralatan teroris teknologi: Telekomunikasi-telekomunikasi, Identifikasi, mobilitas /transportation) 5. Meningkatkan Kemampuan untuk Mencegah Terorisme.a. Meningkat;kan sistem keamanan lingkungan kita(kami yang pribadi: lingkungan kerja, lingkungan hotel, pusat belanja dan proyek-proyek penting. b. Meningkat;kan kewaspadaan di antara masyarakat kepada ancaman dari terorisme. 1) Dorong dan maksimalkan pemakaian media massa 2) Dorong peran dari masyarakat yang berpengaruh menggambarkan dan figur-figur religius mengembangkan masyarakat. Jakarta, September 2003
Enam Pelaku Bom Bali II * Tiga Tewas, Tiga masih Dikejar
Denpasar (Bali Post) -Bali Post/afpDIDUGA PELAKU - Foto potongan kepala korban bom di Kuta dan Jimbaran. Mereka diduga sebagai pelaku bom bunuh diri.
Kasus bom Bali II mulai menemukan titik terang. Diduga enam pelaku terlibat dalam peledakan di dua tempat; Kuta dan Jimbaran. Tiga dari enam pelaku itu tewas di TKP. Diduga mereka menjadi eksekutor dalam bom bunuh diri tersebut.
Demikian dijelaskan Kapolda Bali Mangku Pastika ketika mendampingi Presiden Yudhoyono saat menggelar jumpa pers, Minggu (2/10) kemarin. Kata Mangku Pastika, bahan peledak yang digunakan adalah TNT dengan high explosive. Diduga bom seberat 10 kg ini dirakit di luar Bali. Tiga yang masih dikejar bertindak sebagai pengatur ledakan. Mereka diduga berada di luar lokasi ledakan, namun masih dalam jarak yang bisa memantau eksekutor.
Presiden Yudhoyono menyampaikan belasungkawa terhadap masyarakat Bali dan mengutuk tindakan tersebut. Kata Yudhoyono, ledakan bom di Kuta dan Jimbaran tidak saja membuat Bali sedih, juga merupakan musibah nasional dan mencoreng citra Indonesia. ''Pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan masa depan bangsa,'' katanya, Minggu kemarin sore.
Pemerintah mengambil tiga langkah penting dalam menata Bali pascaledakan bom di Kuta Square dan Jimbaran. Pertama, memberi pelayanan medis dan membantu para korban yang masih terbaring di rumah sakit. Korban luka-luka harus mendapat pelayanan yang profesional. Kedua, melakukan penyidikan yang cepat dan Polri diharapkan segera mengungkap dan menangkap teroris yang meledakkan bom di Bali. ''Langkah ketiga, meningkatkan pengawasan di tempat-tempat wisata di Bali,'' tambahnya.
Tiga Pelaku Tewas
Kapolri Jenderal Pol. Sutanto yang dicegat wartawan di Inna Natour Kuta menyatakan tiga pelaku kasus bom di Kuta Square dan Jimbaran tewas di TKP. ''Tiga tersangka sudah tewas, bersamaan dengan ledakan bom di TKP,'' katanya seraya bergegas masuk mobil.
Didesak kelompok mana yang terlibat, Irjen Pastika menduga paling tidak ada enam pelaku yang kini tengah diburu polisi. Mereka itu yang merancang pengeboman dan menentukan tempat yang dijadikan sasaran. ''Sudah direncanakan dan sedikitnya melibatkan enam pelaku,'' ucapnya.
Yudhoyono juga mengatakan situasi keamanan Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, khususnya Bali. Kejadian ini sangat mengganggu stabilitas keamanan Bali. Ia pun minta dukungan kepada masyarakat luas, kerja sama dengan negara sahabat, meningkatkan hubungan bilateral. (tm BP)

Senin, 20 Oktober 2008

kuncup lili

mega petang sudah lama berlalu. tinggalah malam yang semakin pekat. untunglah beberapa jam yang lalu turun hujan. Kini sudah pasti suasana kota ini menjadi sejuk dan wangi.
Sudah beberapa jam gaby berbaring. tetapi matanya tidak mau terpejam. pandangannya menatap dinding dan langit-langit kamar. Pikirannya melayang, mengenang semua yang telah dilaluinya dengan uki pacarnya. ia tak pernah dapat melupakannya, besok adalah hari ulang tahun jadiannya dengan Uki. tanpa terasa sudah 2 tahun dia melewati momen penting ini hanya sendiri saja. sementara teman-temannya sudah sedemikian sibuk dengan pasangannya masing-masing. Tak seorang pun yang sempat mengingat dirinya.
seperti biasa, gaby memperingati momen indah ini hanya dengan mengenang dan mengingat ucapan-ucapan Uki. walaupun sudah 2 tahun berlalu, tetapi masih terpatri dalam kalbunya.
" kalau kamu ingin dicintai, sayang. kamu harus yakin bahwa kamu patut untuk dicintai".
" ayang ini ngomong apa sih?"
" habis, klo kita balik dari acara makan malam kita, kamu selalu aja ngeluh klo aku cowok yang cuek".