Selasa, 03 Februari 2009

Katakan

Kau berpaling muka kala bisa katakan cinta.
Kala kesempatan tiada, baru kau ungkapkan rasa.
Kau katakan kala ku tak lagi memerlukan.
Kenapa tak sedari dulu, saat masih terbuka kesempatan.

Kamis, 29 Januari 2009

diary today.....

di akhir penghujung kelas XII ini saya secara pribadi meminta maaf kepada seluruh teman-temanku. i'm not a perfect person, sudah tentu saya sudah banyak sekali berbuat kesalahan yang menyebabkan teman semua merasa di rugikan. di ruangan blog yg sempit dan sudah tentu tidak akan bisa menampung dosaku kepada teman semua. saya secara pribadi meminta maaf atas segala dosa-dosa yang telah aku perbuat.
TERIMA KASIH.....

Rabu, 12 November 2008

BONEKA CANTIK

boneka cantik

boneka cantik
tersenyum senang
berharap ada yang memainkannya
bercanda dan tertawa

tiba-tiba datang gadis kecil
mengambilnya dari jutaan bentuk boneka lainnya
dia memeluk erat boneka itu
memainkannya sampai tertidur di pangkuan ibunda

tetapi waktu terus berlari
gadis itu bermetamorfosa
menjadi remaja yang cantik
enggan bermain dengan boneka lagi

boneka itu hanya bisa tersenyum
di dalam rintihan tangisnya
sampai hilang diterpa debu
dihisap dan dimakan waktu
dan berakhir tak berbekas

RASAKU T'LAH

Rasaku T'lah

Sesuatu yang hadir
Pagi ini dan nanti
Esok dan kemudian
Buatku menari dan menangis

Lalu sesudahnya
Sesuatu yang mati bangkit lagi
Tanpa sadar kuterjatuh
Pada luka yang t'lah sudah

Dan tak perlupun bertanya
kenapa kuberdarah
dan semakin parah
memerah
melemah

Rasaku t'lah
almarhumah

SEPERTI BULAN DAN BINTANG

Seperti Bulan dan Bintang
Oleh: Lasinta Ari Nendra Wibawa

Seperti bulan dia mendekap tubuhku
Membawaku ke dalam mimpi terindahku
Mampukah aku berpaling jauh darinya
Tanpa dustai cintaku untuk diriNya

Seperti bintang dia membelai hatiku
Merasuki tiap bilik dalam sukmaku
Mampukah aku meraih cinta kasihnya
Tanpa lukai cinta kasihku untukNya *


Seandainya kisahku dikemas dalam sebuah cerita, kuingin lagu “Seperti Bulan dan Bintang” karya Ari Nendra yang menjadi sound-tracknya. Kau tahu kenapa? Tidak lain karena reffrain lagu ini cukup mewakili kisah nyata yang aku jalani. Anehnya, kejadiannya sama dengan saat pembuatan lagu ini.
Saat itu, aku ditawari cinta oleh hari-hari yang lewat seperti biasa. Aku menyebutnya cinta kedua karena menurutku cinta pertama adalah dari sesosok wanita anggun yang senantiasa memberikan bunga kasih sayang dalam setiap denyut napasnya, menyambut kehadiran kita untuk pertama kalinya di muka bumi yang mulai renta, dan di bawah kakinya tercium aroma surga.
Tapi jujur, aku tak tahu itu cinta atau bukan karena cinta dan birahi hampir tak nampak tapal batasnya. Sama saja membedakan areal di tengah hutan yang dipisahkan oleh benang hitam jam dua belas malam. Meski hati kecilku mengatakan, “Cinta itu seperti jalinan antara daun dan akar pepohonan. Jika suatu saat daun gugur, akar pepohonan akan merengkuhnya menjadi tunas-tunas sewarna harapan. Bukan malah membusukkan diri lalu terurai di perut bumi”.
Entah kenapa saat itu waktu enggan mengulurkan tangan untuk semakin mengenalkanku pada aroma parfum yang dipakainya. Atau sekedar mengabadikan momen-momen penting di mana ia mewarnai angkasa dengan senyumnya yang bermuatan cinta dan pesona.
“Aduh, manisnya,” teriaknya saat ia mengamati kupu-kupu yang hinggap di atas kelopak bunga mawar di taman sekolah. Ia mengagumi sentuhan kupu-kupu yang lembut dan penuh cinta tanpa merusak putiknya. Ia tak menyadari kalau aku sedang mengamatinya lekat-lekat di atas balkon, di lantai dua dengan memendam rindu yang membukit dan mulai membatu.
“Wahai, kupu-kupu! Seandainya kau menjelma menjadi seorang manusia yang bersahaja sekalipun. Aku akan tetap berhasrat untuk merebahkan segenap kasihku kepadamu,” ucapnya penuh makna. “Karena aku yakin kau pasti akan menjaga ikatan cinta tanpa menodainya seperti halnya lelaki di dunia ini. Aku telah menyaksikan nafsu-nafsu yang membara dalam diri lelaki yang takkan mampu diredam oleh akal sehat manapun”.
“Seandainya kau juga tahu akan kesunyianku di belantara kehidupan ini, kau pasti akan rela memberikan sepasang sayapmu untuk melepaskanku dari kenyataan yang menghampiriku dan membawaku terbang ke angkasa. Betapa kesunyian telah melekat dalam urat-urat nadiku, kupu-kupu!. Aku telah kehilangan kasih sayang dari seorang bunda yang dulu tak pernah usai mengalirkan mata air cinta membasuh kepedihan-kepedihanku. Sedang ayah yang masih tersisa untukku telah lalai dan larut dalam bisnis yang digelutinya. Mungkin, ayah berpikir bila harta mampu meniupkan kedamaian bagiku,” ucapnya sambil menahan isak yang hampir membuatku ikut menangis.
Sejenak ia mendongak ke arah barat. Matahari hendak berkemas untuk menghilang dari batas cakrawala, malam akan kembali bertahta. Aura sunyi pun bertiup penuh luka. “Malam hampir memijakkan kakinya, kupu-kupu! Aku harus pulang sekarang. Tapi kamu janji, ya! Akan menemuiku lagi di taman ini”.
“Mungkin, aku akan seperti matahari itu. Pernah berpendar di atas bumi namun akhirnya akan tenggelam dalam mimpi keabadian,” bisiknya lirih. “Demikian juga denganmu, kupu-kupu”. Setelah mengatakan kalimat itu, ia kemudian bergegas meninggalkan taman dengan langkah yang agak berat. Aku masih sempat melihat derum mobilnya menderu meninggalkan areal kampus.
Setelah peristiwa sore itu, aku tak pernah bersua lagi dengannya. Sampai kemudian aku mendengar burung gagak meniupkan sepenggal berita duka pada para kafilah bumi. Dan nama itu, nama yang dipilihnya adalah nama yang hampir terpahat indah dalam semenanjung hatiku.
Cukup lama mendung bergelayut di mataku. Hingga aku bisa memetik seuntai bias pelangi di antara hujan yang mewarnai hari-hariku. Mungkin, jika aku sempat mengajak mawar itu dalam pendakianku, durinya pasti akan merenggangkan pegangan tanganku. Seandainya kutinggalkan, pendakianku takkan nikmat karena wajahku akan selalu kutolehkan ke belakang.


***


Sore itu, aku mendatangi taman di mana dulu ia bercakap-cakap dengan kupu-kupu. Kulihat kupu-kupu itu masih berkeliaran di sekitar taman. Ia kelihatan resah karena gadis yang dulu pernah bercakap-cakap dengannya tidak memenuhi janjinya. “Aku tahu aku bukan lelaki sebaik yang ia mau. Namun, aku juga bukan lelaki seburuk yang ia tahu. Sampaikan salam hangatku untuknya,” ucapku pada kupu-kupu itu.


Selasa, 11 November 2008

OBAMA UNGGULI HILLARY

OBAMA UNGGULI HILLARY
Pertarungan lima bulan antara dua kandidat kuat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, berakhir dengan klaim kemenangan senator Barack Obama atas rivalnya, Senator Hillary Clinton. Senator Illinois berumur 46 tahun itu sukses meraup 2,165 suara delegasi dari 2.118 yang disyaratkan partainya."Amerika Serikat, inilah saatnya bagi kita," kata bakal calon presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat itu di hadapan lebih 30 ribu pendukungnya yang memadati arena hoki di St. Paul, Negara bagian Minnesota, lokasi bakal digelarnya konvensi Partai Republik. Sorak-sorai pun membahana. "Perubahan, perubahan!"Kata Obama lagi, "Inilah saatnya bagi kita semua untuk berpaling dari kebijakan-kebijakan masa lalu. Saat kita untuk memberikan satu arahan baru bagi negara yang kita cintai."Sementara Hillary sendiri dikabarkan akan membuka diri bagi jabatan wakil presiden. Hal itu disampaikan Hillary kepada sejumlah anggota parlemen New York. "Dia terbuka akan jabatan itu," kata seorang staf delegasi New York.Tim kampanye Hillary sendiri mewanti-wanti bahwa jabatan itu semata-mata untuk menjamin bahwa Partai Demokrat akan "merebut" kembali Gedung Putih dan mengalahkan John McCain, calon Partai Republik. Namun, seorang anggota Kongres menyatakan keputusan soal siapa yang kelak pantas menduduki posisi wakil presiden tergantung pada Obama.Obama pun menanggapinya dengan mengatakan akan selekasnya menemui Hillary. "Lebih cepat kita menyatukan partai ini, lebih baik, agar kita dapat fokus kepada John McCain dan merebut kembali Gedung Putih." tuturnya, seraya menawari Hillary "duduk pada saat yang dia rasa tepat."Tim kampanye Obama menyatakan Nyonya Clinton menanggapi tawaran itu dengan positif, dan segera mereka akan bertemu.BLACK PRESIDENTKontes pemilihan pendahuluan (primary) kubu Partai Demokrat segera mencapai puncaknya. Bakal calon presiden Barack Obama, dipastikan meraih tiket untuk maju menjadi calon utama Demokrat. Dari total 2.118 suara delegasi yang dibutuhkan, Obama sudah meraup 2.165 suara. Adapun rivalnya Senator Hillary Clinton meraih 1.926 suara delegasi, setelah menang dalam pemilihan di Negara bagian Puerto Rico dan South Dakota.Kemenangan itu dibukukan Obama setelah meraup 55 persen suara dari Hillary - 41 persen - di Montana. Dalam pemilihan terakhir itu, kedua calon kandidat memperebutkan 31 total suara.Kini Obama dan Hillary tinggal menunggu aba-aba dari Konvensi Partai demokrat Agustus mendatang guna menghadang calon Republik, Senator John McCain.BARACK HUSSEIN OBAMADemokrat (Senator Illinois)2.165 total suara delegasi (389 delegasi super)Tema Kampanye :1. Mengakhiri perang Irak2. Memulihkan kredibilitas Amerika Serikat dalam percaturan politik dunia3. Sistem jaminan kesehatan menyeluruh.HILLARY RODHAM CLINTONDemokrat (Senator New York)1.926 total suara delegasi (282 delegasi super)Tema Kampanye :1. Menjanjikan jaminan kesehatan2. Mengakhiri perang Irak3. Memberdayakan kelas menengahJOHN McCAINRepublik (Senator Arizona)1.091 total suara delegasi (133 delegasi super)Tema Kampanye :1. Memenangkan perang terhadap ekstremis Islam2. Reformasi pemerintahan3. Reformasi jaminan sistem kesehatan.Total delegasi yang dibutuhkan : 2.118Obama : 2.165Hillary : 1.926McCain : 1.091 (total delegasi 1.504 untuk Republik).BARACK HUSSEIN OBAMA,FENOMENA SI BINTANG MUDA
Seiring tibanya musim kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat, nama Barack Obama pun merebak. Tokoh berkulit hitam dari Partai Demokrat itu semakin populer. Bahkan, popularitasnya mengalahkan mantan Ibu Negara negeri Paman Sam, Hillary Clinton.
Popularitas Barry-demikian ia biasa disapa -juga melintas batas hingga ke pelosok Indonesia. Betapa tidak, ketika membolak-balikkan riwayat hidupnya, ternyata Obama pernah mengenyam pendidikan dasar pada salah satu sekolah dasar di Indonesia.
"Sebelumnya kami tidak pernah mengetahui Barack Obama pernah mengenyam pendidikan di sekolah ini. Setelah namanya mencuat saat pencalonan Presiden dari Partai Demokrat dan diberitakan bahwa pernah sekolah di sini, kami pun baru mengetahuinya," ujar Mujaini, guru seni di SDN Menteng 01 Jakarta, tempat Obama bersekolah dulu.
Sosok Barry ternyata masih terpatri dalam diri para teman sekelasnya. Sonni Gondokusumo (47) misalnya masih ingat sosok lelaki berkulit hitam itu. "Tidak banyak yang saya ingat. Waktu itu ia gendut, dan keriting. Kita biasa menyapa dia Barry. Tapi Barry adalah sosok yang menyenangkan dan pintar," ujar Sonni.
Barry, kata Sonni pernah bertandang ke rumahnya di Dempo Matraman. Rumah Obama ketika itu terletak di dekat Taman Amir Hamzah, Menteng. "Orangnya baik," kata Sonni ringkas. Kepemimpinan Barry, kata Sonni, belum menonjol pada waktu itu.
Salah seorang teman, Rully da Saat, punya kesaksian lain. Ia mengaku tidak punya kenangan mendalam tentang salah satu kandidat presiden dari Partai Demokrat itu. "Kita sudah 37 tahun tidak bertemu. Karena itu sudah banyak yang lupa. Tapi seingat saya, orangnya menyenangkan. Wellcome," ujar Rully.
Sonni dan Rully adalah dua di antara 40 siswa teman sekelas Barry. Teman lainnya adalah Dewi Asmara, yang kini adalah anggota DPR-RI di Komisi III. Selain itu ada Kolonel AU Danardono, Debora Sondakh (Direktur Marketing Unilever) dan Imam Arifin. Barry sempat menyengnyam pendidikan dasar di SDN 01 Menteng selama setahun. Tepatnya, ketika menduduki kelas 4 SD pada tahun 1971.
Popularitas Barry selama musim kampanye memberi inspirasi sekaligus dorongan bagi teman sekelas untuk memberikan dukungan moral bagi pencalonanya. Sabtu (1/03) lalu, para alumnus sekolah ini, resmi mendeklarasikan berdirinya Obama Fans Club.
Rully, salah seorang pencetus ide mengatakan, Obama Funs Club bertujuan untuk memberikan dukugan moral kepada Barack Obama dalam pencalonannya sebagai kandidat presiden. "Kami mau tunjukkan kepada beliau bahwa sebagai teman sekelas dulu, kami memberikan dukungan penuh bagi pencalonannya," ujar Sonni.
Salah satu bentuk dukungan itu, katanya, para alumus akan mengirimkan foto bersama kepada Barack Obama. "Kita juga berharap agar Barry masih ingat kita-kita," ujar Sonni.
Sebagai negara Islam terbesar, dukungan dari Indonesia, kata Sonni sangat penting dan besar artinya. Sonni juga berharap, jika terpilih menjadi presiden AS, Obama bisa membina hubungan yang lebih baik dengan Indonesia.
Seabrek Penghargaan
Menurut Mujani, SDN Menteng 01 Jakarta, resmi berdiri tahun 1934. Sekolah ini memang diperuntukkan bagi turunan bangsawan dan warga asing. Hampir 25 persen muridnya berkewarganegaraan asing. Karena itu, sekolah ini, kata Mujani lebih dikenal sebagai sekolah internasionalnya Jakarta.
Sekolah yang terletak di Jalan Besuki Nomor 4 Menteng ini mulanya diberi nama dari Bahasa Belanda. Setelah Merdeka, sekitar tahun 1947, sekolah ini berubah nama menjadi SDN Besuki. Awalnya, sekolah ini merupakan salah satu SDN Percontohan. Pada tahun 2002, SD Menteng 01 ini berubah nama menajdi SD Model Primary School, Sekolah Dasar Koalisi Regional Seameo Asia Tenggara. Kini, bangunan sekolah ini telah ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai cagar budaya.
Sebagai salah satu model sekolah percontohan, SDN Menteng 01 Jakarta telah meraih berbagai penghargaan dan sertifikat. Pada tahun 2004, ia meraih sertifikat ISO 19001:2000, dalam bidang mutu.
Marmi, Spd, Guru Pembina Perlombaan Matematika mengatakan, SDN Menteng 01 sering meraih kejuaraan baik pada tingkat kotamadya maupun pada tingkat nasional. Tanggal 17 Februari lalu misanya, SDN Menteng 01 meraih juara umum lomba bidang studi Matematika yang diselenggarakan oleh Jepang.
Popularitas Obama tak pelak, turut memacu semangat dan kebanggaan para alumnus, guru dan siswa SDN 01 Menteng. "Walaupun tidak pernah bertemu, tapi kita bangga juga karena Obama adalah salah satu alumnus sekolah ini. Akhirnya kita menjadi terpacu untuk terus berprestasi," ujar Mujani.
Pakar pendidikan J. Drost mengatakan, dunia pendidikan sangat membutuhkan figur atau sosok yang menjadi teladan. Di tengah merosotnya mutu pendidikan, peran sosok alumnus yang sukses - seperti Barry - bisa memacu semangat siswa, guru dan pengelola sekolah untuk terus berprestasi.
** Catatan Mas Herdiman
PATERSON, GUBERNUR BUTA YANG PANTANG MENYERAH
"Perkenankan saya memperkenalkan diri lagi. Saya David Paterson dan saya Gubernur Negara Bagian New York," ujar Paterson dalam pidato pelantikan pada 17 Maret 2008. Dia adalah orang kulit hitam pertama yang menjabat sebagai Gubernur New York. Dia juga orang buta pertama yang menduduki jabatan itu di Amerika Serikat.
David Alexander Paterson (58) diangkat menggantikan Eliot Spitzer, Gubernur New York sebelumnya, yang mengundurkan diri setelah terjerat skandal sex. Paterson, yang menjabat wakil gubernur, otomatis menjadi gubernur sesuai dengan konstitusi New York hingga tahun 2010.
Paterson kehilangan penglihatan saat berusia tiga bulan akibat infeksi telinga yang menjalar ke syaraf optik. Mata kirinya buta, mata kanannya bisa melihat tetapi sangat terbatas. Namun, sepanjang karier politiknya selama 20 tahun, kebutaannya tidak pernah dipersoalkan.
Kecerdasan dan kepribadiannya yang menyenangkan mengalahkan cacat yang disandangnya. Dia sangat dihormati baik oleh kalangan Partai Demokrat maupun Partai Republik di New York.
Sebagai orang buta, Paterson tidak mau menggunakan tongkat atau anjing pemandu. Paterson masih suka mengenang ketika dulu dia pernah kehilangan kepercayaan diri semasa remaja akibat kebutaannya. Dia ingat tidak diundang ke berbagai pesta karena orang takut dia jatuh atau melukai dirinya sendiri.
Pantang menyerah dengan kekurangan, Paterson mendapatkan gelar Sarjana Muda Sejarah dari Universitas Columbia tahun 1977 dan Sarjana Hukum Hofstra tahun 1983. Dia dipilih sebagai anggota Yayasan Amerika untuk Orang Buta dan anggota dewan direksi Achilles Track Club, sebuah organisasi yang mensponsori atlet dan veteran cacat untuk berlomba marathon. Paterson berhasil menyelesaikan lomba marathon Kota New York tahun 1999.
Karier politiknya dimulai tahun 1985. Tahun 2002, Paterson terpilih sebagai Ketua Minoritas Senat melalui Konvensi Nasional Partai Demokrat. Pemilihan itu membuatnya menjadi orang non kulit putih pertama yang menjabat pemimpin legislatif di negara bagian sekaligus jabatan tertinggi yang pernah diduduki seorang Afrika-Amerika di New York. Dia terkenal karena keterampilan politiknya yang tajam.
Paterson tinggal di Harlem bersama keluarganya. Isterinya Michelle Paige Paterson, adalah pejabat pelayanan kesehatan yang dinikahinya tahun 1992. Paterson memiliki dua anak. Ashley (19), puteri Michelle dari pernikahan sebelumnya, dan Alex (13), putera mereka berdua yang bersekolah di New York.

KATANYA HUKUMAN MATI TIDAK MANUSIAWI??

JAKARTA, SELASA — Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi UU Nomor 2/pnps/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hukum Mati yang diajukan terpidana mati Amrozi dan kawan-kawan. "Menyatakan permohonan pemohon, baik mengenai pengujian formil maupun pengujian materiil, seluruhnya ditolak," kata pimpinan majelis hakim konstitusi, Mohammad Mahfud MD, dalam pembacaan putusan uji materi UU tersebut di Gedung MK, Jakarta, Selasa (21/10).Mengenai permohonan kuasa hukum tentang tatacara hukuman mati yang menimbulkan rasa sakit, pendapat hakim menyatakan rasa sakit yang dialami terpidana mati adalah konsekuensi logis yang melekat dalam tata cara hukuman mati, maka tak termasuk kategori penyiksaan terhadap terpidana mati. "Dari berbagai alternatif tatacara pidana mati selain ditembak, seperti digantung, dipenggal pada leher, disetrum listrik, dimasukkan dalam ruang gas dan disuntik mati, semuanya menimbulkan rasa sakit. Meski gradasi dan kecepatan kematiannya berbeda-beda," ujar Mahfud. Ia menandaskan tidak ada satu cara pun yang menjamin tiadanya rasa sakit dalam eksekusi, bahkan semuanya mengandung risiko terjadinya ketidaktepatan dalam pelaksanaan yang menimbulkan rasa sakit. Namun, hal itu bukan penyiksaan sebagaimana dimaksud pasal 28 I UUD 1945, sehingga UU nomor 2/Pnps/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati yang dijatuhkan oleh pengadilan di lingkungan peradilan umum dan militer tidak bertentangan dengan UUD 1945. Sebelumnya dilaporkan, Amrozi dan kawan-kawan menilai tata cara pelaksanaan eksekusi mati sebagaimana diatur dalam UU tersebut, dengan cara ditembak mati, tidak manusiawi dan telah melanggar hak konstitusional pemohon untuk tidak disiksa.MYS Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Nilai 4.86 - Beri Rating Artikel - ---------- Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang A A A
Ada 17 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Praptonoo @ Minggu, 26 Oktober 2008 00:17 WIBUdah nyata membunuh orang yag tak berdosa dengan bom, kok ternyata masih takut mati juga... Pengecut dengan cara macam macam alasan minta jenis hukuman mati ?? ALLAH MAHA TAHU
din @ Sabtu, 25 Oktober 2008 12:16 WIBEmangnya, kalau Amrozy cs dihukum mati, para korban bom bali dulu bisa hidup lagi, katanya kita bangsa pemaaf,......
obay @ Jumat, 24 Oktober 2008 16:22 WIBwah ,,, kenapa musti di hukum mati itukan aset bangsa yang sangat penting coy... gimana sih
Zmith @ Jumat, 24 Oktober 2008 15:51 WIBhuuu... apapun cara hukumannya, kan kalian udah pegang jaminan sesudah "menghukum" orang lain dengan bom bisa masuk surga. kenapa harus minta cara lain di hukum mati? aneh... berarti masih sangsi tentang caci maki kalian di tv dong!?
Pengamat Nasional @ Jumat, 24 Oktober 2008 14:55 WIBLho...lho...lho... emang ngebunuh orang pakai bom itu "manusiawi", bang Rozi??? :-P
1234
Posting komentar anda

Nama
Email
Komentar

Security Code


Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

ajaxBanner('/script/banner.php','nasional_right_1');


ajaxBanner('/script/banner.php','nasional_right_2');


ajaxBanner('/script/banner.php','nasional_right_3');



ajaxBanner('/script/banner.php','nasional_right_4');

-->

ajaxBanner('/script/banner.php','nasional_right_5');

.judulpd {font:bold 11px arial; color: #F60; text-transform:uppercase; padding-bottom:4px;}.judulpd a {color:#F60; text-decoration:none;}.judulpd a:hover {text-decoration:underline;}.judulpd01 {font:bold 12px arial; color: #336699; margin-bottom:1px;}.judulpd01 a {color:#336699; text-decoration:none;}.judulpd01 a:hover {color:#003366; text-decoration:underline;}PEMBANGUNAN DESA TERTINGGALMenuju Indonesia Makmur dan SejahteraPemerintah memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan r...-->
Berita Terkini
Terpopuler
Hanura Siap Buka-bukaan Dana Kampanye
Menang-Kalah Kaji Akan Gugat ke MK
Rakyat Juga Bisa Punya Capres!
PDI-P Punya "Mega Yunior", Golka...
Sistem Pemilihan Presiden Sudah Selesai di...
RUU Pilpres Matikan Regenerasi Politik
Kerusakan Lahan Baru Pulih Tahun 2034
Negara Lindungilah Kami!
Ingat Kiki, Lilis Pingsan Berkali-kali
SBY Akan Tanam 1.000 Pohon
Tanggal 11 Bulan 11 Pukul 11, Sirene Benca...
Jamaah Haji Meninggal di Atas Pesawat
Komplain Makanan Basi Langsung Diganti
JK Tidak Sebut Nama Penumpang Gelap
Sembilan Tokoh Digelari Pahlawan Masa Kini
Presiden: Rakyat Indonesia Harus Terbiasa ...
Sultan: Saya Hanya Ingin Mengabdi
Romli Atmasasmita: Kejagung Tidak Adil!
Parpol Korbankan Perempuan dalam UU Pornog...
Mufti Saudi Dukung Langkah MUI
var countries=new ddtabcontent("kinitabs")
countries.setpersist(true)
countries.setselectedClassTarget("link") //"link" or "linkparent"
countries.init()

Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik
REG POL
UNREG POL
Berita Metropolitan
REG METRO
UNREG METRO
Berita Breaking News
REG BN
UNREG BN
Berita Internasional
REG INT
UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis
REG BIS
UNREG BIS

Rubrik: Nasional Regional Internasional Megapolitan Bisnis & Keuangan Kesehatan Olahraga Perempuan Properti Sains Travel Otomotif Pilkada Oase mp-ws-49
About Kompas.com Info iklan Privacy policy Terms of use Karir Contact Us © 2008 KOMPAS.com — All rights reserved